PT Duta Intidaya Tbk (DAYA), pengelola jaringan ritel kesehatan dan kecantikan Watsons di Indonesia, melaporkan kinerja keuangan interim untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026, tidak diaudit. Pendapatan bersih perusahaan naik 27,9 persen menjadi Rp2,56 triliun, dari Rp2,00 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih periode berjalan melonjak 64,5 persen menjadi Rp85,78 miliar, dari Rp52,14 miliar, sehingga laba per saham naik dari Rp21,54 menjadi Rp35,44 per lembar.

Dari sisi aset, jumlah aset perusahaan naik tipis menjadi Rp1,27 triliun per akhir September 2026, dari Rp1,24 triliun pada akhir 2025. Persediaan menjadi komponen terbesar aset lancar, naik dari Rp438,35 miliar menjadi Rp507,20 miliar, sejalan dengan ekspansi jumlah gerai Watsons dari 226 toko pada akhir 2025 menjadi 245 toko per 30 September 2026. Kas dan setara kas perusahaan justru menyusut tajam, dari Rp141,23 miliar menjadi Rp42,97 miliar, turun sekitar 70 persen dalam sembilan bulan. Total liabilitas turun dari Rp1,11 triliun menjadi Rp1,04 triliun, antara lain karena pinjaman bank jangka pendek yang mengecil dari Rp217 miliar menjadi Rp175 miliar. Akumulasi kerugian perusahaan juga menyusut signifikan dari Rp164,07 miliar menjadi Rp76,80 miliar, sehingga jumlah ekuitas naik dari Rp136,58 miliar menjadi Rp223,84 miliar.

Dari laporan arus kas, kegiatan operasional menghasilkan kas bersih Rp101,93 miliar, naik dari Rp55,10 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Namun arus kas dari aktivitas pendanaan mencatat pengeluaran bersih Rp150,99 miliar, jauh lebih besar dibanding Rp14,26 miliar pada 2025, terutama karena pembayaran pokok pinjaman bank jangka pendek Rp972 miliar yang melebihi penerimaan pinjaman baru Rp930 miliar, ditambah pembayaran liabilitas sewa Rp84,84 miliar. Kombinasi ini membuat kas perusahaan turun bersih Rp98,30 miliar sepanjang sembilan bulan. Pemegang saham pengendali utama DAYA tetap CK Hutchison Holdings Limited, perusahaan asal Hong Kong yang juga mengendalikan jaringan ritel Watsons secara global.