PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) melaporkan rugi bersih Rp21,39 miliar untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026, melonjak dari rugi Rp4,63 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Pendapatan perusahaan turun dari Rp5,37 miliar menjadi Rp1,81 miliar, dan laba bruto ikut tergerus dari Rp1,62 miliar menjadi Rp554,88 juta. Rugi usaha sedikit mengecil dari Rp3,73 miliar menjadi Rp3,01 miliar, tetapi pos beban lain-lain bersih melonjak dari Rp903,58 juta menjadi Rp18,38 miliar, yang menjadi penyebab utama membengkaknya rugi sebelum pajak menjadi Rp21,39 miliar. Rugi per saham dasar naik dari Rp6,85 menjadi Rp31,64.

Dari sisi posisi keuangan, total aset perusahaan turun dari Rp31,42 miliar pada akhir 2025 menjadi Rp27,66 miliar pada akhir September 2026. Kas dan setara kas menyusut dari Rp671,06 juta menjadi Rp148,54 juta. Jumlah ekuitas turun dari Rp28,31 miliar menjadi Rp24,60 miliar, dengan saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya berbalik dari positif Rp14,73 miliar menjadi defisit Rp6,31 miliar. Total liabilitas relatif stabil, dari Rp3,12 miliar menjadi Rp3,06 miliar.

Danasupra Erapacific berstatus perusahaan induk dengan dua anak usaha: PT Bangun Multikreasi Indonesia, dimiliki 62,5 persen, bergerak di produksi dan distribusi film serta desain grafis di BSD City dengan total aset Rp3,93 miliar, dan PT Ramajaya Mitra Karya, dimiliki 99,99 persen, bergerak di bidang holding dan konsultasi manajemen di SCBD Jakarta dengan total aset Rp5,13 miliar. Dari aktivitas operasi, perusahaan masih memakai kas neto Rp1,64 miliar selama sembilan bulan, membaik dari pemakaian kas Rp3,38 miliar pada periode yang sama tahun lalu, sementara tidak ada arus kas dari aktivitas pendanaan tahun ini dibanding penerimaan Rp1,23 miliar pada tahun sebelumnya.