PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) menyampaikan tanggapan lanjutan kepada Bursa Efek Indonesia menyusul permintaan konfirmasi bernomor S-13404/BEI.PP1/10-2026 yang diterima perseroan pada 26 Oktober 2026. Permintaan ini merupakan tindak lanjut dari jawaban sebelumnya yang dikirim DOID pada 23 Oktober 2026 atas surat bursa S-13210/BEI.PP1/10-2026. Bursa mempertanyakan kejanggalan angka, pendapatan semester I 2026 Atlantic Carbon Group Inc (ACG) tercatat USD22,28 juta dan pendapatan PT Bukit Makmur Mandiri (BMM) tercatat USD692,72 juta, padahal jika kedua angka itu dijumlahkan hasilnya lebih besar daripada total pendapatan konsolidasian perseroan yang hanya USD692,85 juta. Bursa meminta rekonsiliasi atas selisih itu paling lambat dua hari bursa, dan DOID membalas lewat surat bernomor 296/BIG/CORSEC/X/2026 tertanggal 27 Oktober 2026 yang ditandatangani Direktur Silfanny Bahar, lalu dipublikasikan pada 28 Oktober 2026 oleh Corporate Secretary Olga Oktavia Patuwo.
Dalam penjelasannya, DOID menyebut bahwa berdasarkan Catatan 1c atas laporan keuangan konsolidasian interim per 30 Juni 2026, ACG merupakan anak usaha perseroan secara tidak langsung, yakni dimiliki melalui BMM. Karena itu, angka pendapatan BMM sebesar USD692,72 juta yang disebut dalam jawaban sebelumnya sebenarnya sudah merupakan angka konsolidasian BMM sendiri, yang di dalamnya sudah termasuk pendapatan BUMA Australia Pty Ltd dan ACG. Menjumlahkan ACG secara terpisah di atas angka BMM itu, seperti yang dipertanyakan bursa, berarti menghitung pendapatan ACG dua kali.
Perseroan melampirkan rincian pendapatan per entitas untuk enam bulan pertama 2026, yaitu DOID sebagai entitas tunggal sekitar USD1,52 juta, BMM sebagai entitas tunggal sekitar USD459,7 juta, BUMA Australia Pty Ltd sekitar USD210,74 juta, ACG sekitar USD22,29 juta, PT BISA Ruang Nuswantara sekitar US$58.619, dan PT Bukit Teknologi Digital sekitar US$863.035. Setelah dijumlahkan dan dikurangi pencatatan ganda antar entitas dalam grup, perseroan menegaskan totalnya kembali ke angka USD692,85 juta yang sama dengan yang sudah dilaporkan sebagai pendapatan konsolidasian, sehingga menurut DOID tidak ada selisih yang belum tercatat.
