PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) menyampaikan koreksi atas laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum yang sebelumnya dikirim pada 16 Juli 2026. Surat koreksi bernomor 025/CORSEC/EMS/LRPD/IX/2026 ini ditandatangani Direktur Utama Vicktor Aritonang dan Direktur Devi Nisa Suhartono. Dana berasal dari IPO saham perdana pada 28 April 2023 sebanyak 1.547.500.000 lembar saham, nilai nominal Rp10 per saham, dilepas pada harga pelaksanaan Rp100 per saham, sehingga total dana terkumpul Rp154,75 miliar. Setelah dipotong biaya penawaran umum Rp2,13 miliar, hasil bersih yang diterima perseroan adalah Rp152,62 miliar.

Sesuai prospektus, dana tersebut direncanakan dipakai untuk belanja modal perseroan sebesar Rp12,99 miliar atau 8,5 persen, dan sisanya Rp139,63 miliar atau 91,5 persen untuk modal kerja. Per 31 Desember 2025, realisasi belanja modal sudah mencapai Rp12,99 miliar, sama persis dengan rencana awal, atau setara 11,72 persen dari total dana yang sudah dipakai. Modal kerja sudah terealisasi Rp97,86 miliar atau 88,28 persen dari total realisasi, sehingga total dana yang sudah digunakan perseroan mencapai Rp110,85 miliar.

Dengan demikian masih ada sisa dana Rp41,77 miliar yang belum digunakan per 31 Desember 2025. Dana ini ditempatkan dalam bentuk giro di PT Bank DKI dengan bunga 0,25 persen, jangka waktu penempatan satu bulan yang diperpanjang otomatis atau rollover, baik untuk pokok maupun bunganya. Bank DKI disebutkan sebagai pihak ketiga tanpa hubungan afiliasi dengan perseroan.