PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) menyampaikan koreksi atas laporan keuangan interim konsolidasian untuk periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret 2026, lewat surat bernomor 063/SK/CORP/DOOH-BEI/IX/2026 tertanggal 6 September 2026. Laporan tidak diaudit ini ditandatangani Vicktor Aritonang selaku Direktur Utama dan Devi Nisa Suhartono selaku Direktur. Pendapatan neto kuartal I 2026 tercatat Rp30,75 miliar, nyaris flat dari Rp30,82 miliar pada periode sama 2025, namun beban pokok pendapatan naik jadi Rp23,82 miliar dari Rp19,21 miliar sehingga laba bruto tergerus jadi Rp6,93 miliar dari Rp11,61 miliar. Ditambah beban umum dan administrasi yang naik jadi Rp12,94 miliar dari Rp9,74 miliar, perseroan mencatat rugi usaha Rp6,01 miliar, berbalik dari laba usaha Rp1,87 miliar setahun sebelumnya.
Meski bisnis inti merugi, laba bersih perseroan justru naik jadi Rp4,32 miliar dari Rp1,25 miliar, dengan laba per saham dasar Rp0,98 dari Rp0,15 pada kuartal I 2025. Pendorongnya adalah pos pendapatan lain-lain neto yang melonjak jadi Rp10,94 miliar dari hanya Rp67,26 juta. Laporan perubahan ekuitas turut mencatat item bernama 'efek pelepasan entitas anak' senilai Rp1,60 miliar yang mengurangi kepentingan nonpengendali dari Rp7,32 miliar jadi Rp6,35 miliar, mengindikasikan bagian dari lonjakan laba tersebut terkait pelepasan salah satu anak perusahaan, bukan dari operasi periklanan yang menjadi bisnis utama DOOH.
Di sisi neraca, total aset turun jadi Rp311,17 miliar dari Rp345,97 miliar per akhir Desember 2025, terutama karena piutang usaha pihak ketiga yang tertagih drastis jadi Rp44,90 miliar dari Rp106,60 miliar. Total liabilitas nyaris terpangkas separuh jadi Rp56,12 miliar dari Rp97,53 miliar, setelah perseroan melunasi seluruh utang bank jangka pendek yang sebelumnya Rp8 miliar dan memangkas utang jangka panjang ke pihak berelasi jadi Rp22,69 miliar dari Rp35,37 miliar. Total ekuitas naik tipis jadi Rp255,05 miliar dari Rp248,44 miliar, dengan kas dan setara kas relatif stabil di Rp131,23 miliar dari Rp136,87 miliar.
