PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) menggelar Public Expose Insidentil pada Jumat, 4 September 2026, pukul 15.00 WIB melalui aplikasi Zoom, dihadiri 230 peserta di luar jajaran komisaris dan direksi. Perseroan diwakili oleh Komisaris Independen Mohamad Ikhsan, Direktur Utama Vicktor Aritonang, dan Direktur Devi Nisa Suhartono. Tiga materi yang dipaparkan adalah gambaran umum perseroan, rencana kegiatan usaha, dan kinerja keuangan.

Sesi tanya jawab memunculkan pertanyaan tajam dari analis bernama Daniel, yang mempertanyakan skema pendanaan rencana investasi DOOH, apakah lewat penerbitan saham baru, utang, atau joint venture, mengingat nilai rencana investasi disebut mencapai puluhan miliar dolar Amerika Serikat, sementara total aset perseroan saat ini baru sekitar Rp406 miliar. Daniel juga mempertanyakan potensi dilusi bagi pemegang saham publik. Vicktor Aritonang menjawab bahwa perseroan masih mendiskusikan opsi aksi korporasi yang paling optimal, termasuk salah satunya pendanaan bersifat ekuitas seperti rights issue, dan berjanji akan mengikuti ketentuan keterbukaan informasi begitu keputusan diambil.

Dalam sesi yang sama, manajemen memaparkan bahwa DOOH akan berperan sebagai perusahaan induk dengan lima pilar bisnis anak usaha, yaitu Data Center, High Speed Internet, Fiber Optic, Submarine Cable, dan PLTS atau energi hijau. Ekspansi ke lima bidang itu akan ditempuh lewat tiga jalur sekaligus, yakni akuisisi non organik, pertumbuhan organik, dan aksi korporasi, dengan penekanan bahwa lini bisnis yang sudah berjalan saat ini tetap akan dipertahankan berdampingan dengan lini bisnis baru.