DPNS Masuk Papan Pemantauan Khusus BEI Imbas Pendapatan Stagnan
Bursa Efek Indonesia memasukkan saham Duta Pertiwi Nusantara (DPNS) ke daftar pemantauan khusus mulai 22 Agustus 2026 karena tidak ada perubahan pendapatan di laporan keuangan terakhir.
22 Agustus 2026Sumber: Keterbukaan Informasi IDX
Ilustrasi AI
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan saham PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk dengan kode DPNS masuk ke dalam daftar Efek Bersifat Ekuitas Dalam Pemantauan Khusus, efektif mulai 22 Agustus 2026. DPNS tercatat di papan pengembangan dan tidak memiliki status saham dengan hak suara multipel (SDHSM).
Alasan masuknya DPNS ke daftar ini adalah kriteria nomor 3 dari 11 kriteria yang ditetapkan Bursa, yaitu perusahaan tidak membukukan pendapatan sama sekali, atau tidak terdapat perubahan pendapatan pada laporan keuangan terakhir dibandingkan dengan laporan keuangan sebelumnya. Dengan kata lain, angka pendapatan usaha DPNS pada laporan keuangan terbarunya sama persis atau stagnan dibandingkan periode sebelumnya, sebuah tanda yang oleh Bursa dianggap perlu diwaspadai pemegang saham.
Pengumuman ini diterbitkan dan ditandatangani secara elektronik oleh Teuku Fahmi Ariandar, Kepala Divisi Peraturan dan Layanan Perusahaan Tercatat BEI, pada 22 Agustus 2026 pukul 11.19 WIB. Dokumen tersebut tidak merinci angka pendapatan DPNS maupun periode laporan keuangan yang dimaksud.
Penilaian arah di atas menyangkut fundamental emiten, bukan anjuran membeli atau menjual saham.
Foto ilustrasi dibuat dengan AI. Bukan dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Berita ini disusun redaksi The Signal dari keterbukaan informasi resmi yang disampaikan emiten ke Bursa Efek Indonesia. Catatan redaksi bersifat penjelasan, bukan rekomendasi investasi.
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.