PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) melaporkan pendapatan Rp9,11 triliun untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026, naik dari Rp8,94 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih perusahaan tercatat Rp1,44 triliun, naik 9,8 persen dari Rp1,31 triliun pada 2025. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham entitas induk naik lebih tinggi lagi, 11,2 persen, menjadi Rp1,47 triliun, sehingga laba per saham terdongkrak dari Rp124,24 menjadi Rp138,21 per lembar. Laporan keuangan ini berstatus tidak diaudit, sesuai yang tercantum resmi dalam dokumen.

Di sisi posisi keuangan, total ekuitas perusahaan naik 8,1 persen menjadi Rp12,59 triliun per akhir September 2026, dari Rp11,64 triliun pada akhir 2025. Sebaliknya, total liabilitas menyusut 7,4 persen menjadi Rp5,53 triliun dari Rp5,97 triliun, antara lain karena DSNG melunasi utang bank jangka panjang senilai Rp607,89 miliar sepanjang periode ini. Beban bunga atau biaya keuangan juga turun tajam 29,9 persen menjadi Rp247,50 miliar dari Rp353,11 miliar tahun sebelumnya, seiring berkurangnya saldo pinjaman berbunga.

Perusahaan membagikan dividen kas Rp498,19 miliar pada periode ini, hampir dua kali lipat dari Rp254,40 miliar yang dibagikan pada periode yang sama tahun lalu. Namun, kas bersih dari aktivitas operasi justru turun 6,4 persen menjadi Rp1,91 triliun dari Rp2,04 triliun, sehingga posisi kas dan setara kas perusahaan per akhir September 2026 sedikit menyusut menjadi Rp580,08 miliar dari Rp592,61 miliar di akhir 2025.