PT Jaya Real Property Tbk (JRPT) menyampaikan laporan keuangan interim yang tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026. Laba tahun berjalan konsolidasian tercatat Rp1,03 triliun, naik 12,3 persen dari Rp915,1 miliar pada periode yang sama tahun 2025. Dari jumlah itu, Rp1,01 triliun menjadi hak pemegang saham induk perusahaan, naik dari Rp903,1 miliar, sementara sisanya sekitar Rp18,7 miliar menjadi hak pemegang saham minoritas di anak usaha. Pendapatan usaha perusahaan naik dari Rp2,27 triliun menjadi Rp2,54 triliun, dan laba per saham dasar naik dari Rp70,07 menjadi Rp78,94.

Dari sisi posisi keuangan per 30 September 2026, total aset JRPT tercatat Rp15,65 triliun, naik dari Rp15,23 triliun pada akhir 2025. Kas dan setara kas bertambah menjadi Rp1,67 triliun dari Rp1,37 triliun. Total liabilitas justru turun menjadi Rp4,06 triliun dari Rp4,2 triliun, sementara total ekuitas naik menjadi Rp11,6 triliun dari Rp11,03 triliun.

Selama sembilan bulan tersebut, JRPT membagikan dividen tunai Rp397,55 miliar, naik dari Rp348,15 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Perusahaan juga membeli kembali sahamnya sendiri senilai Rp67,1 miliar, hampir dua kali lipat pembelian periode sebelumnya yang senilai Rp34,45 miliar, sehingga total saham treasuri yang dipegang bertambah menjadi Rp121,89 miliar dari Rp54,79 miliar. Arus kas dari aktivitas operasi tercatat Rp808,73 miliar, naik dari Rp752,9 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.