PT Dyandra Media International Tbk (DYAN) menyampaikan laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026, ditandatangani oleh Direktur Utama Daswar Marpaung dan Direktur Riyanthi Handayani pada 30 Oktober 2026. Pendapatan neto perusahaan naik 2,8 persen menjadi Rp974,05 miliar, dari Rp947,75 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba operasi, yaitu laba dari bisnis inti sebelum dipengaruhi pos-pos di luar usaha, naik lebih tinggi lagi sebesar 15,1 persen menjadi Rp63,71 miliar.

Laba tahun berjalan secara total naik tipis 4,5 persen menjadi Rp39,51 miliar. Namun bagian yang menjadi hak pemegang saham utama perusahaan justru turun 23,1 persen, dari Rp50,64 miliar menjadi Rp38,92 miliar, sehingga laba per saham ikut turun dari Rp11,85 menjadi Rp9,11. Penyebabnya adalah pembanding tahun lalu yang mencakup dua pos tidak rutin, untung pelepasan anak usaha sebesar Rp15,27 miliar dan penurunan nilai goodwill sebesar Rp20 miliar, yang tidak terulang pada periode berjalan tahun ini sehingga membuat bagian laba kepentingan nonpengendali berbalik dari rugi Rp12,82 miliar menjadi untung Rp590,9 juta.

Dari sisi arus kas, kas neto dari aktivitas operasi melonjak dari Rp37,67 miliar menjadi Rp112,37 miliar, menandakan bisnis menghasilkan uang tunai yang lebih besar dari kegiatan usaha sehari-hari. Posisi kas dan setara kas naik menjadi Rp280,80 miliar dari Rp247,83 miliar, sementara utang bank jangka pendek turun dari Rp100,29 miliar menjadi Rp78,67 miliar. Total ekuitas bertambah menjadi Rp764,48 miliar dari Rp723,28 miliar, dan saldo laba yang belum dicadangkan berbalik dari defisit Rp14,43 miliar pada akhir 2025 menjadi positif Rp26,30 miliar pada akhir September 2026. Total aset perusahaan tercatat Rp1,32 triliun, naik dari Rp1,26 triliun, dengan kontribusi utama dari empat anak usaha: PT Nusa Dua Indonesia (konvensi dan eksibisi), PT Dyandra Promosindo (event organizer), PT Dyamall Graha Utama (penunjang acara), dan PT Graha Multi Utama (hotel), yang masing-masing dimiliki DYAN dengan kepemilikan di atas 99,5 persen.