PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) menyampaikan laporan keuangan konsolidasian audited untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026 kepada Otoritas Jasa Keuangan pada 4 September 2026. Laporan yang ditandatangani Direktur Utama sekaligus Corporate Secretary Jefri Junaedi ini memperoleh opini wajar tanpa pengecualian dari auditor independen. Perusahaan tercatat bergerak di bidang perdagangan smartphone, gadget, dan pulsa isi ulang, bisnis yang baru terlihat menghasilkan pendapatan signifikan pada periode ini.
Penjualan bersih melonjak dari Rp1,15 miliar pada semester I 2025 menjadi Rp75,88 miliar pada semester I 2026, naik Rp74,74 miliar. Laba bruto pun berbalik positif menjadi Rp15,72 miliar, dari sebelumnya rugi bruto Rp1,7 miliar. Namun rugi tahun berjalan justru melebar menjadi Rp4,14 miliar dari Rp2,66 miliar setahun sebelumnya, dengan rugi per saham membesar dari Rp0,48 menjadi Rp0,75. Muncul pula beban keuangan baru sebesar Rp573,08 juta yang sebelumnya tidak ada, seiring perusahaan mulai menanggung bunga pinjaman bank.
Dari sisi neraca, total aset melonjak dari Rp826,09 miliar di akhir 2025 menjadi Rp1,452 triliun per Juni 2026, didorong oleh persediaan Rp649,26 miliar, piutang usaha Rp107,19 miliar, dan aset tetap Rp436,33 miliar yang sebelumnya nyaris nol. Tetapi total liabilitas juga melonjak dari Rp833,44 miliar menjadi Rp1,466 triliun, termasuk pinjaman bank jangka pendek baru Rp281,56 miliar dan utang usaha Rp152,15 miliar. Liabilitas jangka pendek sebesar Rp1,399 triliun jauh melampaui aset lancar yang hanya Rp822,57 miliar. Akibatnya jumlah ekuitas perusahaan tetap negatif Rp13,66 miliar, memburuk dari defisit Rp7,35 miliar di akhir 2025.
