Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengirim 48 genset ke fasilitas kesehatan darurat di tujuh kabupaten Nusa Tenggara Timur yang rusak akibat gempa dan tsunami sepekan lalu. Genset itu disiapkan agar tenda-tenda puskesmas yang sebelumnya tidak punya sumber listrik sendiri tetap bisa melayani pengobatan warga yang mengungsi.

Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung kondisi pengungsian di Lapangan Berdikari, Kabupaten Nagekeo, dan bertemu warga terdampak. Di antaranya Kristian Mauko, buruh lepas yang rumahnya di Desa Marapokot hancur, dan Maria Jomuku, petani yang rumahnya di Dusun Bandara retak dan memilih tetap mengungsi karena khawatir gempa susulan.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melaporkan bahwa selain 48 genset, kementeriannya bersama pelaku usaha sektor energi juga telah mendirikan sekitar 30 posko tanggap darurat di wilayah terdampak. Bantuan ini merupakan kelanjutan dari program ESDM Siaga Bencana yang sebelumnya sudah menurunkan personel untuk pencarian dan pertolongan, layanan kesehatan, serta pemenuhan kebutuhan logistik di NTT.

Bagi warga seperti Kristian dan Maria, kebutuhan paling mendesak masih seputar keselamatan keluarga dan tempat tinggal yang aman selama masa tanggap darurat. Dukungan energi, kesehatan, dan logistik dari pemerintah menjadi bagian dari upaya bertahap sembari proses pemulihan di tujuh kabupaten terdampak berjalan.