PT Falmaco Nonwoven Industri Tbk (FLMC) menyampaikan koreksi laporan keuangan interim untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026, diaudit oleh KAP Heru Saleh Marzuki & Rekan dengan opini wajar tanpa modifikasian tertanggal 30 Juli 2026. Pendapatan bersih perusahaan naik tipis menjadi Rp10,08 miliar dari Rp9,13 miliar pada semester I 2025, namun beban pokok pendapatan melonjak dari Rp12,01 miliar menjadi Rp21,53 miliar. Akibatnya perusahaan mencatat rugi kotor Rp11,46 miliar, jauh lebih dalam dari rugi kotor Rp2,88 miliar setahun sebelumnya, dan rugi bersih membengkak dari Rp2,99 miliar menjadi Rp23,27 miliar. Rugi bersih per saham dasar naik dari Rp3,83 menjadi Rp29,79 per lembar.
Dari sisi neraca, total aset FLMC turun dari Rp55,13 miliar pada akhir 2025 menjadi Rp37,14 miliar per 30 Juni 2026, sementara total liabilitas justru naik dari Rp34,47 miliar menjadi Rp39,73 miliar. Kombinasi ini membuat total ekuitas perusahaan berbalik dari posisi positif Rp20,66 miliar pada akhir 2025 menjadi defisiensi modal atau ekuitas negatif Rp2,59 miliar per Juni 2026. Kas dan bank tercatat naik dari Rp82,92 juta menjadi Rp324,92 juta, sementara jumlah karyawan tetap bertambah dari 44 menjadi 52 orang.
Dalam catatan atas laporan keuangan, manajemen mengungkapkan rencana menjual tanah dan bangunan bersertifikat SHGB No. 10/Cimareme seluas 245 meter persegi dan No. 5/Cipeundeuy seluas 18.045 meter persegi untuk melunasi utang kepada Handoyo Guntoro, serta rencana menyewa lahan di Boyolali guna menjaga keberlangsungan usaha. Perseroan juga mencatat perubahan susunan Dewan Komisaris berdasarkan RUPST 11 Juni 2026, dengan jabatan Komisaris Independen beralih dari Sari Rahmawati kepada Donny Hartanto, yang otomatis menjadi Ketua Komite Audit menggantikan posisi sebelumnya.
