PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) mencatat pendapatan Rp1,6 triliun untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026, naik 53,3 persen dibandingkan Rp1,04 triliun pada periode yang sama tahun lalu. EBITDA perusahaan tumbuh 70,6 persen secara tahunan menjadi Rp342,2 miliar, dengan margin EBITDA naik dari 19,3 persen menjadi 21,4 persen. Laba bersih turut naik 49,7 persen menjadi Rp90 miliar. Manajemen menyebut penjualan bersih, laba kotor, dan EBITDA selama sembilan bulan ini sudah melampaui realisasi sepanjang tahun 2025.
Ekspansi gerai menjadi salah satu pendorong utama kinerja ini. Fore Coffee Indonesia menambah lebih dari 70 gerai baru sepanjang periode tersebut, sehingga jumlah gerai aktif mencapai 388, melampaui target awal perusahaan yang hanya menambah 70 gerai untuk sepanjang tahun 2026. Lebih dari 55 persen gerai baru itu dibuka di kota-kota tingkat dua dan tiga. Secara keseluruhan, jaringan grup FORE kini mencapai 410 gerai, terdiri dari 388 gerai Fore Coffee di Indonesia, 5 gerai di Singapura, dan 17 gerai Fore Donut.
Fore Donut, lini bisnis donat yang diluncurkan September 2025, menambah 15 gerai baru sepanjang Januari hingga September 2026, terdiri dari 11 gerai di kawasan Jabodetabek serta masing-masing dua gerai di Bandung dan Surabaya, termasuk dua lokasi baru di Bogor yakni Living World Kota Wisata dan Cibinong City Mall. Lini ini juga meluncurkan produk baru, Crumbs & Crunch Series untuk kategori donat dan The Layered Pairings untuk kategori minuman, pada kuartal ketiga 2026, setelah meraih sertifikasi halal pada Juli 2026. Presiden Direktur FORE, Vico Lomar, menyatakan perusahaan tetap berkomitmen pada tata kelola yang baik dan pengelolaan modal yang prudent, termasuk penggunaan dana hasil penawaran saham perdana tahun 2025 yang mengumpulkan lebih dari Rp353 miliar untuk mendanai ekspansi gerai, pengembangan Fore Donut, dan modal kerja perusahaan.
