PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) melaporkan keuangan interim tidak diaudit untuk sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026. Total aset perusahaan naik dari Rp1,16 triliun pada akhir 2025 menjadi Rp1,37 triliun. Ekuitas bertambah dari Rp680,59 miliar menjadi Rp771,48 miliar, seluruhnya berasal dari akumulasi laba periode berjalan karena tidak ada penerbitan saham baru pada periode ini, berbeda dari periode yang sama tahun lalu saat perusahaan baru saja mencatatkan saham perdana senilai Rp353,44 miliar.
Yang menarik dari laporan ini adalah surat penjelasan resmi Direktur Tjhong Pie Chen kepada OJK dan Bursa Efek Indonesia, yang wajib disampaikan karena kenaikan total liabilitas melebihi ambang 20 persen. Total liabilitas naik Rp123,29 miliar atau 25,7 persen, dari Rp479,58 miliar menjadi Rp602,88 miliar. Tiga pos utama penyebabnya disebutkan dengan rinci: liabilitas sewa naik 33,6 persen atau Rp67,74 miliar, dari Rp201,9 miliar menjadi Rp269,63 miliar, akibat penambahan kedai kopi dan gerai donat di berbagai kota di Indonesia serta di Singapura. Beban akrual naik 50,7 persen atau Rp22,59 miliar, dari Rp44,53 miliar menjadi Rp67,12 miliar, terutama dari akrual kompensasi karyawan kontrak, tunjangan hari raya Natal, dan biaya operasional lain. Utang pajak naik 34,7 persen atau Rp11,85 miliar, dari Rp34,19 miliar menjadi Rp46,04 miliar, sejalan dengan kenaikan Pajak Barang dan Jasa Tertentu atas makanan dan minuman serta Pajak Penghasilan Badan.
Dari sisi arus kas, kas dan setara kas FORE turun dari Rp327,53 miliar di awal tahun menjadi Rp233,25 miliar pada akhir September, meski arus kas dari aktivitas operasi positif Rp279,71 miliar, naik dari Rp161,92 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan kas terjadi karena perusahaan membayar liabilitas sewa Rp152,14 miliar, bunga dan beban keuangan Rp16,22 miliar, serta mencicil pinjaman bank jangka panjang Rp8,18 miliar, di luar belanja modal Rp190,67 miliar untuk perluasan gerai. Beban keuangan di laporan laba rugi juga naik dari Rp11,99 miliar menjadi Rp14,66 miliar. Rasio total liabilitas terhadap ekuitas naik dari 0,62 kali pada September tahun lalu menjadi 0,78 kali, sementara rasio aset lancar terhadap liabilitas jangka pendek turun dari 1,57 kali menjadi 1,07 kali.
