PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) menyampaikan laporan keuangan konsolidasian interim untuk semester pertama yang berakhir 30 Juni 2026 kepada OJK dan Bursa Efek Indonesia, sesuai kewajiban pelaporan berkala berdasarkan POJK Nomor 14/2022. Surat penyampaian tertanggal 15 September 2026 ditandatangani Direktur Utama Andi Fahrurrozi. Laporan ini telah diaudit oleh KAP Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan dengan opini wajar tanpa modifikasian (opini bersih) yang ditandatangani partner Ika Gunawan pada 7 September 2026, menggantikan auditor tahun sebelumnya, KAP Purwanto Susanti dan Surja, dengan partner Ronny Stewart.

Dari sisi kinerja, pendapatan GMFI pada semester pertama 2026 tercatat US$270,29 juta, naik 51 persen dibandingkan US$178,96 juta pada periode yang sama tahun lalu. Laba bersih ikut naik menjadi US$10,81 juta dari US$8,77 juta. Namun laba per saham justru turun dari US$0,00024 menjadi US$0,0001, karena jumlah saham beredar melonjak signifikan menjadi 28,23 miliar saham seri A dan 96,60 miliar saham seri B pada Juni 2026, dari 91,79 miliar saham seri B pada akhir 2025, seiring penambahan modal dari rights issue besar yang direalisasikan sepanjang 2025.

Total aset GMFI naik menjadi US$826,50 juta pada Juni 2026, dari US$812,98 juta di akhir 2025 dan US$424,63 juta di akhir 2024, sementara total liabilitas relatif stabil di US$681,88 juta. Yang lebih mencolok, jumlah ekuitas perusahaan berbalik menjadi positif US$144,62 juta pada Juni 2026, melanjutkan pemulihan dari US$114,57 juta di akhir 2025, setelah sebelumnya berada dalam kondisi defisiensi modal sebesar US$257,90 juta pada akhir 2024. Rasio lancar, yaitu perbandingan aset lancar terhadap liabilitas jangka pendek, juga membaik ke 108,5 persen dari 99,6 persen di akhir 2025 dan 87 persen di akhir 2024, dan laporan opini auditor untuk periode ini tidak lagi mencantumkan paragraf penekanan mengenai kelangsungan usaha yang sempat muncul pada laporan tahunan 2025 dan 2024.