PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) menyampaikan laporan keuangan interim yang tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026 kepada Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia pada 28 Oktober 2026. Total aset perusahaan naik 62,8 persen menjadi Rp79,58 miliar dari Rp48,89 miliar pada akhir 2025, didorong oleh penambahan modal lewat skema Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu. Berdasarkan akta notaris 14 Juli 2026, perusahaan menerbitkan 66.674.000 saham baru dengan nilai nominal Rp50 per saham, setara 10 persen dari saham yang sudah beredar, sehingga jumlah saham beredar bertambah menjadi 733.415.103 lembar dari sebelumnya 666.741.103 lembar. Ekuitas perusahaan ikut naik 62,7 persen menjadi Rp69,41 miliar, setelah GPSO menerima uang muka setoran modal senilai Rp25,14 miliar dan modal disetor tambahan Rp3,33 miliar.
Dari sisi kinerja usaha, penjualan sembilan bulan 2026 tercatat Rp9,18 miliar, naik hampir tiga kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp3,12 miliar. Namun beban pokok penjualan melonjak lebih cepat, dari Rp1,22 miliar menjadi Rp8,03 miliar, sehingga laba kotor justru turun 39,6 persen menjadi Rp1,15 miliar dari Rp1,90 miliar. Rugi operasi mengecil menjadi Rp2,35 miliar dari Rp4,08 miliar karena beban usaha ditekan menjadi Rp3,50 miliar dari Rp5,99 miliar, dibantu pendapatan lain-lain Rp610 juta. Rugi bersih periode berjalan tercatat Rp1,74 miliar, menyusut dari Rp4,13 miliar pada periode yang sama tahun lalu, dengan rugi per saham dasar Rp2,61 dibanding Rp6,19 sebelumnya. Jumlah karyawan tetap perusahaan turun tajam menjadi 4 orang pada akhir September 2026 dari 16 orang pada akhir 2025.
Arus kas dari aktivitas operasi berbalik menjadi negatif Rp6,87 miliar, dari sebelumnya positif Rp317 juta pada periode yang sama tahun lalu. Arus kas investasi tercatat negatif Rp28,55 miliar, hampir seluruhnya berupa uang muka pembelian aset tetap senilai Rp28,47 miliar. Kebutuhan dana itu ditutup dari aktivitas pendanaan yang membukukan arus kas masuk Rp36,02 miliar, terutama dari penerimaan uang muka setoran modal Rp25,14 miliar dan modal disetor Rp3,33 miliar, ditambah penerimaan dari pihak berelasi. Dengan demikian kas dan setara kas perusahaan naik bersih Rp597 juta menjadi Rp1,43 miliar pada akhir September 2026.
