PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA) menyampaikan materi Public Expose Tahunan 2026 kepada Bursa Efek Indonesia, menindaklanjuti rencana yang sudah diumumkan lewat surat tertanggal 24 Agustus 2026. Paparan publik itu sendiri dijadwalkan berlangsung pada 8 September 2026 di Jakarta. Dalam materi tersebut, perusahaan pembiayaan yang fokus pada pembiayaan alat berat dan modal kerja ini mengungkap kinerja keuangannya hingga semester I 2026: laba bersih Rp1,53 miliar, berbalik dari rugi bersih Rp82 miliar yang dibukukan sepanjang tahun 2025. Pendapatan pada semester tersebut tercatat Rp200 miliar dengan beban operasional Rp199 miliar.
Dari sisi neraca, total aset Radana Finance per semester I 2026 mencapai Rp2,99 triliun, dengan total liabilitas atau utang Rp2,50 triliun dan ekuitas atau modal sendiri Rp493 miliar. Perusahaan menyalurkan pembiayaan baru senilai Rp1,64 triliun pada semester tersebut, terdiri dari factoring atau anjak piutang 54,88 persen, pembiayaan berbasis aset (ABF) 34,15 persen, dan pembiayaan modal kerja (FMU) 10,98 persen. Piutang pembiayaan yang masih berjalan tercatat sekitar Rp2,6 triliun. Rasio kredit bermasalah bersih, atau NPF-Net, membaik menjadi 2,62 persen per Juni 2026, turun 68 basis poin dibanding posisi akhir 2025 yang sebesar 3,30 persen.
Komposisi pemegang saham Radana Finance yang disampaikan dalam materi ini terdiri dari Rubicon Investments Holding Pte Ltd sebagai pengendali dengan 55,2 persen saham, PT Tiara Marga Trakindo 37,2 persen, dan publik 7,6 persen. Untuk setahun penuh 2026, manajemen memproyeksikan pembiayaan baru Rp4,15 triliun, laba bersih Rp8 miliar, dan total aset Rp3,63 triliun. Strategi yang disebutkan untuk mencapai target itu antara lain memperluas kerja sama dengan dealer eksisting dan baru, menawarkan pembiayaan modal kerja ke debitur lama lewat cross-selling, serta memperluas akses pendanaan dari bank domestik dan internasional dengan bunga yang kompetitif.
