PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA) menyampaikan materi Public Expose Tahunan 2026 kepada Bursa Efek Indonesia melalui surat nomor 166/LCS/BEI/IX/2026 tertanggal 7 September 2026, sebagai koreksi atas surat sebelumnya nomor 164/LCS/BEI/IX/2026. Surat ditandatangani oleh Corporate Secretary Hanindya Aryoputro dan merujuk pada rencana pelaksanaan Public Expose Tahunan yang sebelumnya diumumkan lewat surat nomor 159/LCD/BEI/VIII/2026 tanggal 24 Agustus 2026. Materi presentasi berjudul 'Public Expose 2026' dijadwalkan dipaparkan di Jakarta pada 8 September 2026.
Dalam materi tersebut, Radana Finance melaporkan kinerja hingga semester I 2026: total aset Rp2,99 triliun, total liabilitas Rp2,50 triliun, dan total ekuitas Rp493 miliar. Perusahaan mencatat laba bersih Rp1,53 miliar pada semester I 2026, berbalik dari rugi Rp82 miliar sepanjang 2025 yang saat itu disebabkan pembentukan pencadangan risiko kredit. Pendapatan tercatat Rp200 miliar dengan beban operasional Rp199 miliar, sehingga margin usahanya masih sangat tipis. Rasio kredit bermasalah bersih atau NPF-Net membaik menjadi 2,62% per Juni 2026, turun 68 basis poin dibanding posisi akhir 2025 yang sebesar 3,30%.
Radana menyalurkan pembiayaan baru senilai Rp1.642 miliar pada semester I 2026, dengan komposisi factoring 54,88% (Rp0,9 triliun), pembiayaan berbasis aset atau ABF 34,15% (Rp0,56 triliun), dan fasilitas modal kerja atau FMU 10,98% (Rp0,18 triliun). Piutang pembiayaan tercatat Rp2.599 miliar, didominasi ABF sebesar 71,54% (Rp1,86 triliun). Perusahaan juga memaparkan tujuh strategi 2026: meningkatkan pangsa pasar dari cakupan pasar yang sudah dimiliki, memperkuat hubungan dengan dealer eksisting dan dealer potensial baru lewat program pemasaran, menawarkan pembiayaan modal kerja kepada debitur eksisting lewat skema cross-sell dan pre-approved, menajamkan fokus pada nasabah inti berportofolio besar, meningkatkan keterampilan karyawan serta efisiensi proses, memperluas akses pendanaan dari bank domestik dan internasional dengan bunga kompetitif, dan mengembangkan produk pembiayaan investasi serta modal kerja. Materi ini juga mencantumkan komposisi pemegang saham perusahaan, yaitu Rubicon Investments Holding Pte Ltd 55,2%, PT Tiara Marga Trakindo 37,2%, dan publik 7,6%.
