PT Hensel Davest Indonesia Tbk (HDIT) melaporkan pendapatan hanya Rp263,08 juta untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026, merosot 98,6 persen dari Rp18,51 miliar pada periode yang sama tahun 2025. Di saat pendapatan nyaris lenyap, beban umum dan administrasi justru naik 65,2 persen menjadi Rp17,04 miliar dari Rp10,31 miliar. Akibatnya rugi bersih periode berjalan melebar jadi Rp16,97 miliar, naik 64,5 persen dari Rp10,31 miliar pada 9 bulan 2025, dan rugi per saham dasar serta dilusian membesar dari Rp6,76 menjadi Rp11,13.
Di sisi neraca, kas dan setara kas perusahaan anjlok ke Rp2,07 juta per 30 September 2026, dari Rp239,31 juta pada akhir Desember 2025, turun 99,13 persen. Arus kas dari aktivitas operasi masih tercatat negatif Rp237,23 juta, memburuk dari negatif Rp19,18 juta pada periode yang sama tahun lalu. Total aset turun 6,43 persen menjadi Rp275,76 miliar dan total liabilitas turun 3,63 persen menjadi Rp47,88 miliar, sementara total ekuitas turun sekitar 7 persen dari Rp245,03 miliar menjadi Rp227,88 miliar karena akumulasi rugi (saldo laba negatif) membengkak dari Rp65,70 miliar menjadi Rp82,81 miliar.
Dalam surat terpisah ke Bursa Efek Indonesia, manajemen menegaskan perubahan pos aset dan liabilitas pada periode ini masih di bawah ambang 20 persen yang mewajibkan penjelasan khusus ke bursa. Perusahaan, yang bergerak di sektor aplikasi dan layanan daring, memiliki beberapa anak usaha yakni PT Motransfer Otoritas, PT Biropay Indoteknologi, dan PT Emposh Sinergi yang masing-masing dimiliki langsung 99,99 persen, serta PT Starlink Solusi Makassar, penyedia payment gateway, yang dimiliki 55 persen secara tidak langsung. HDIT juga tercatat memindahkan alamat kantor terdaftarnya ke Ruko Metro Square, Jalan Gunung Latimojong No. G-35, Makassar, berdasarkan Akta Notaris No. 11 tanggal 30 Juni 2026.
