IHSG ditutup menguat 1,59 persen ke 6.401,89 setelah Prabowo memaparkan RAPBN 2027 dengan target defisit lebih rendah dan pertumbuhan ekonomi 6 persen.
14 Agustus 2026Dirangkum dari tvOneNews
Foto: tvOneNews
Arahnya ke mana
Yang berubah konkret adalah target defisit anggaran 2027 dipatok 2,40 persen dari total ukuran ekonomi nasional, turun dari 2,68 persen pada anggaran tahun ini, dengan kebutuhan utang baru turun dari Rp689,1 triliun menjadi Rp671,2 triliun. Yang langsung terdampak adalah investor di pasar saham dan pembeli surat utang negara, karena utang baru yang lebih sedikit biasanya berarti pemerintah tidak terlalu bersaing dengan pihak swasta memperebutkan dana investor. Tapi defisit yang menyempit ini bukan hasil memangkas belanja, sebab belanja negara malah naik dari Rp3.842,7 triliun menjadi Rp4.097,2 triliun, dan seluruh kalkulasi ini bertumpu pada target pendapatan negara yang harus melompat dari Rp3.153,6 triliun menjadi Rp3.426 triliun. Arahnya adalah konsolidasi fiskal lewat kenaikan penerimaan negara, bukan lewat pengetatan belanja, dan yang akan membuktikan apakah target ini realistis adalah realisasi penerimaan pajak sepanjang sisa 2026 serta pembahasan RAPBN 2027 di DPR dalam beberapa bulan mendatang.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,59 persen ke level 6.401,89 pada perdagangan Jumat (14/8/2026), sehari setelah Presiden Prabowo Subianto memaparkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 di hadapan DPR. Indeks LQ45 yang berisi 45 saham berkapitalisasi besar ikut naik 0,82 persen ke 632,28. Kenaikan ini dibaca analis sebagai respons pasar terhadap target pertumbuhan ekonomi 6 persen dan sinyal pengelolaan anggaran yang lebih hati-hati.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Nico Demus, menyebut poin yang paling disambut pasar adalah rencana pemerintah memperkecil defisit anggaran, yaitu selisih antara belanja dan pendapatan negara yang harus ditutup dengan utang baru. Untuk 2027, defisit dipatok 2,40 persen dari Produk Domestik Bruto, turun dari target 2,68 persen pada APBN 2026. Sejalan dengan itu, kebutuhan pembiayaan lewat utang juga turun dari Rp689,1 triliun menjadi Rp671,2 triliun.
Angka BPSPertumbuhan ekonomi
5,29%Triwulan II 2026
Pertumbuhan PDB dibanding triwulan yang sama tahun lalu. Turun 0,32 poin dibanding Triwulan I 2026.
Sumber: Badan Pusat Statistik, [Seri 2010] Laju Pertumbuhan PDB Seri 2010. Diolah The Signal.
Di sisi lain, belanja negara pada 2027 justru direncanakan naik menjadi Rp4.097,2 triliun dari pagu Rp3.842,7 triliun tahun ini. Kenaikan belanja itu ditopang proyeksi pendapatan negara yang naik lebih tinggi, dari Rp3.153,6 triliun menjadi Rp3.426 triliun. Pemerintah juga mematok asumsi inflasi 2,5 persen dan imbal hasil Surat Berharga Negara tenor 10 tahun sebesar 6,9 persen untuk tahun depan.
Nico menambahkan bahwa penurunan target defisit ini menjawab kekhawatiran investor asing soal disiplin fiskal pemerintah. "Pak Prabowo juga mengatakan bahwa disiplin fiskal harus ada dalam setiap rupiah yang dibelanjakan," ujar Nico, dikutip dari Antara.
Artikel ini informasi, bukan ajakan atau rekomendasi membeli maupun menjual instrumen investasi apa pun. Keputusan investasi beserta risikonya sepenuhnya tanggung jawab pembaca.
IHSGRAPBN 2027Prabowo Subiantodefisit anggaran
Foto dari tvOneNews, dipakai sebagai dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Artikel ini rangkuman editorial The Signal dari liputan tvOneNews, bukan salinan langsung. Untuk versi lengkap dan mutakhir, baca artikel aslinya.
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.