Pemerintah sedang menata ulang jalur impor minyak dan gas bumi dengan mengalihkan sebagian pengadaan yang selama ini ditangani PT Pertamina ke Lemigas, lembaga riset migas di bawah Kementerian ESDM. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan skema baru ini tidak dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Perubahan ini penting karena menyangkut siapa yang mengendalikan pasokan energi yang selama ini jadi urusan korporasi pelat merah.

Bahlil menjelaskan, peraturan presiden yang menjadi dasar kebijakan ini sudah terbit, tetapi pelaksanaannya masih dalam masa transisi. Pemerintah perlu berkonsolidasi dengan Pertamina lebih dulu sebelum skema diterapkan sepenuhnya, dan prosesnya tidak akan berjalan serta-merta. Skema ini hanya menyasar penugasan yang menyangkut kebutuhan orang banyak, sementara badan usaha swasta tidak diwajibkan mengikutinya.

Angka BPSNilai impor
23,1 miliar US$Agustus 2026

Nilai barang yang dibeli Indonesia dari luar negeri. Turun 3,03 miliar US$ dibanding Juli 2026. Posisinya di atas rata-rata 12 bulan terakhir (22.376,6).

Maret 2024: 18,0 miliar US$April 2024: 17,0 miliar US$Mei 2024: 19,5 miliar US$Juni 2024: 18,5 miliar US$Juli 2024: 21,9 miliar US$Agustus 2024: 20,8 miliar US$September 2024: 19,0 miliar US$Oktober 2024: 22,1 miliar US$November 2024: 19,8 miliar US$Desember 2024: 21,5 miliar US$Januari 2025: 17,9 miliar US$Februari 2025: 18,8 miliar US$Maret 2025: 18,9 miliar US$April 2025: 20,5 miliar US$Mei 2025: 20,3 miliar US$Juni 2025: 19,3 miliar US$Juli 2025: 20,5 miliar US$Agustus 2025: 19,4 miliar US$September 2025: 20,5 miliar US$Oktober 2025: 21,8 miliar US$November 2025: 19,8 miliar US$Desember 2025: 23,8 miliar US$Januari 2026: 21,2 miliar US$Februari 2026: 20,9 miliar US$Maret 2026: 19,2 miliar US$April 2026: 25,2 miliar US$Mei 2026: 24,8 miliar US$Juni 2026: 25,9 miliar US$Juli 2026: 26,1 miliar US$Agustus 2026: 23,1 miliar US$MarJunSepDesMarJunSepDesMarJunAgu20242025202626.09516.994September 2025: 20,5 miliar US$Oktober 2025: 21,8 miliar US$November 2025: 19,8 miliar US$Desember 2025: 23,8 miliar US$Januari 2026: 21,2 miliar US$Februari 2026: 20,9 miliar US$Maret 2026: 19,2 miliar US$April 2026: 25,2 miliar US$Mei 2026: 24,8 miliar US$Juni 2026: 25,9 miliar US$Juli 2026: 26,1 miliar US$Agustus 2026: 23,1 miliar US$SepNovJanMarMeiJulAgu2025202626.09519.206

Sumber: Badan Pusat Statistik, Nilai Impor. Diolah The Signal.

Penataan ini terjadi di tengah ketergantungan impor energi yang masih besar. Bahlil menyebut Indonesia saat ini mengimpor sekitar 700 ribu hingga 750 ribu barel minyak per hari, sementara sekitar 80 persen kebutuhan elpiji nasional juga masih dipasok dari luar negeri.

Soal kabar potensi pasokan 30 juta barel minyak dari Uni Emirat Arab, Bahlil menegaskan rencana itu belum final dan masih sebatas penjajakan. Ia menyebut penentuan negara asal impor masih menjadi persoalan teknis yang belum diputuskan.