PT Indo Komoditi Korpora Tbk (INCF) menyampaikan laporan keuangan tahunan konsolidasian untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, yang diaudit oleh KAP Suganda Akna Suhri & Rekan dengan partner penanggung jawab Dody Hapsoro. Auditor memberi opini wajar tanpa modifikasian, tetapi menyertakan paragraf penekanan mengenai ketidakpastian material atas kelangsungan usaha Grup. Auditor mencatat Grup mengalami defisit sebesar Rp50,86 miliar dan memiliki utang bank yang signifikan, yakni Rp253,35 miliar per akhir 2025.
Penyebab utama sorotan itu adalah entitas anak PT Sampit International (SI), yang per 31 Desember 2025 tidak dapat memenuhi rasio kemampuan bayar utang (DSCR) yang menjadi syarat dalam perjanjian fasilitas kredit dengan Bank BCA. Sampai tanggal laporan, SI belum menerima pernyataan gagal bayar (event of default) dari BCA, dan manajemen INCF menyatakan keyakinan bahwa ketentuan pinjaman itu bisa dipenuhi kembali sepanjang tahun 2026.
Dari sisi neraca, total aset Grup turun dari Rp437,70 miliar pada akhir 2024 menjadi Rp411,80 miliar pada akhir 2025. Kas dan setara kas menyusut tajam dari Rp6,31 miliar menjadi Rp3,54 miliar, sementara piutang usaha pihak ketiga turun dari Rp97,15 miliar menjadi Rp72,42 miliar, terdiri dari piutang kotor Rp79,05 miliar dikurangi cadangan penurunan nilai Rp6,63 miliar yang setara 18 persen dari total aset Grup. Persediaan justru naik dari Rp80,78 miliar menjadi Rp84,13 miliar, dengan cadangan penurunan nilai Rp3,47 miliar. Di sisi liabilitas, utang bank jangka pendek naik tipis dari Rp216,64 miliar menjadi Rp219,99 miliar, meski total liabilitas jangka pendek Grup secara keseluruhan turun dari Rp279,65 miliar menjadi Rp254,57 miliar. Sepanjang 2025, Grup membukukan pendapatan penjualan bersih Rp128,97 miliar.
Auditor juga menandai tiga hal audit utama, yaitu penyisihan cadangan kerugian piutang usaha, penilaian persediaan, dan saat pengakuan pendapatan dari penjualan bersih, karena ketiganya melibatkan pertimbangan dan estimasi signifikan dari manajemen. Sebagai informasi tambahan, laporan keuangan tahun 2024 sebelumnya diaudit oleh kantor akuntan publik yang berbeda, yang juga memberikan opini tanpa modifikasian pada 7 April 2025.
