Indika Energy Tbk (INDY) melaporkan hasil sekaligus rencana lanjutan pengalihan saham treasuri kepada pemegang saham. Saham treasuri ini berasal dari pembelian kembali (buyback) yang dilakukan perseroan pada 2, 3, dan 6 Juli 2020, masing-masing sebanyak 2,3 juta, 2,4 juta, dan 2,8 juta saham, dengan total 7,5 juta saham. Hingga tanggal keterbukaan informasi ini, 4 September 2026, seluruh 7,5 juta saham tersebut masih tercatat sebagai saham treasuri milik perseroan.
Perseroan sebenarnya sudah mencoba mengalihkan saham treasuri itu selama Periode Pengalihan Juli 2026, yaitu 11 Mei sampai 5 Juli 2026, mengacu pada POJK 30/2017. Namun sepanjang periode itu, rata-rata harga saham INDY selama 90 hari selalu lebih tinggi dari harga penutupan sehari sebelum tanggal penjualan. Karena aturan OJK melarang harga jual saham treasuri lebih rendah dari harga yang lebih tinggi di antara keduanya, perseroan tidak berhasil menuntaskan pengalihan seluruh saham dalam periode tersebut. Batas waktu kewajiban pengalihan diperpanjang dengan memperhitungkan akumulasi Periode Relaksasi yang berlaku 54 bulan berdasarkan sejumlah aturan OJK, termasuk POJK 13/2023 dan surat-surat OJK terbaru hingga Maret 2026.
Perseroan akan melanjutkan penjualan sisa saham treasuri melalui Bursa Efek Indonesia maupun di luar bursa, dengan mekanisme harga yang sama seperti periode sebelumnya, yaitu tidak boleh lebih rendah dari harga penutupan sehari sebelumnya atau rata-rata 90 hari, mana yang lebih tinggi. Penjualan dijadwalkan mulai 18 September 2026, yakni 14 hari setelah tanggal keterbukaan informasi ini, dan akan berlanjut selama sisa masa pengalihan yang tersedia. Perseroan akan menunjuk perusahaan sekuritas anggota bursa untuk mengeksekusi transaksi penjualan.
Dalam skenario proforma, jika seluruh 7,5 juta saham treasuri berpindah ke publik, jumlah saham beredar perseroan naik dari 5.202.692.000 menjadi 5.210.192.000 lembar. Porsi kepemilikan PT Indika Inti Investindo turun tipis dari 37,84 persen menjadi 37,79 persen, PT Teladan Resources dari 28,12 persen menjadi 28,08 persen, dan Pandri Prabono-Moelyo dari 5,10 persen menjadi 5,09 persen. Porsi Direksi dan Dewan Komisaris tetap 0,34 persen, PT Indika Mitra Holdiko tetap mendekati nol persen, sementara porsi publik naik dari 28,60 persen menjadi 28,70 persen, dengan jumlah saham publik bertambah dari 1.487.700.220 menjadi 1.495.200.220 lembar.
