Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) menyampaikan perbaikan dan tambahan atas dokumen Informasi Tambahan Ringkas untuk tiga instrumen utang yang ditawarkan bersamaan mulai 31 Agustus 2026: Obligasi Berkelanjutan VI Tahap III, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan V Tahap III, dan Obligasi USD Berkelanjutan III Tahap II. Obligasi rupiah ditargetkan sebanyak-banyaknya Rp2 triliun, sukuk mudharabah sebanyak-banyaknya Rp1,5 triliun, dan obligasi dolar sebanyak-banyaknya US$25 juta. Ketiganya merupakan bagian dari program penawaran umum berkelanjutan yang sudah efektif sejak 13 Maret 2026, setelah perseroan sebelumnya menerbitkan obligasi Tahap I senilai Rp628,095 miliar dan Tahap II senilai Rp2,275960 triliun.
Untuk obligasi rupiah, Rp1,590895 triliun dijamin dengan kesanggupan penuh dari penjamin emisi, terbagi dalam Seri A senilai Rp1,376725 triliun berbunga tetap 10 persen per tahun selama 3 tahun, dan Seri B senilai Rp214,17 miliar berbunga 10,5 persen per tahun selama 5 tahun. Sisanya, sebanyak-banyaknya Rp409,105 miliar, hanya dijamin dengan kesanggupan terbaik, artinya jika tidak laku terjual perseroan tidak wajib menerbitkannya. Skema serupa berlaku untuk sukuk mudharabah, dengan Rp1,17022 triliun dijamin penuh: Seri A senilai Rp443,03 miliar dengan nisbah bagi hasil pemegang sukuk 45,71 persen setara indikasi 10 persen per tahun selama 3 tahun, dan Seri B senilai Rp727,19 miliar dengan nisbah 48 persen setara 10,5 persen per tahun selama 5 tahun. Sisa Rp329,78 miliar dijamin kesanggupan terbaik.
Obligasi dalam denominasi dolar Amerika Serikat ditawarkan sebanyak-banyaknya US$25 juta, dengan US$9,5505 juta dijamin penuh melalui Seri A senilai US$8,1335 juta berbunga 6,75 persen per tahun selama 3 tahun, dan Seri B senilai US$1,417 juta berbunga 7,25 persen per tahun selama 5 tahun. Sisa US$15,4495 juta dijamin kesanggupan terbaik. Perseroan telah mengantongi peringkat idA+ dari Pefindo dan irAA dari PT Kredit Rating Indonesia untuk obligasi dan obligasi dolar, serta idA+(sy) dan irAA(sy) untuk sukuk mudharabah. Penjatahan dijadwalkan 1 September 2026, distribusi elektronik 3 September 2026, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 4 September 2026, dengan PT Bank KB Indonesia Tbk bertindak sebagai wali amanat.
