INKP tawarkan obligasi tahap III Rp2 triliun, kupon 10-10,5%
Indah Kiat Pulp & Paper akan menerbitkan obligasi tahap III senilai maksimal Rp2 triliun dengan kupon 10 sampai 10,5 persen, bagian dari program Rp10 triliun.
13 Agustus 2026Sumber: Keterbukaan Informasi IDX
Ilustrasi AI
Arahnya ke mana Netral
Laporan ini netral bagi INKP: penambahan utang hingga Rp2 triliun ini adalah bagian dari program pendanaan berkelanjutan yang memang sudah direncanakan dan disetujui sejak awal, bukan kebutuhan dana mendadak yang menandakan tekanan keuangan. Yang perlu diperhatikan adalah beban bunga perusahaan, karena kupon Seri A dan Seri B masing-masing 10,00 persen dan 10,50 persen per tahun tergolong tinggi dan akan menambah biaya tahunan yang harus dibayar INKP sampai jatuh tempo. Karena pokok kedua seri dibayar sekaligus di akhir masa, arus kas keluar dalam jumlah besar juga sudah pasti muncul pada saat jatuh tempo nanti, sehingga perlu diperhitungkan dalam rencana kas jangka panjang perusahaan. Yang dipantau berikutnya adalah tanggal resmi penerbitan (tanggal emisi) Obligasi Tahap III ini serta rincian lengkap Sukuk Mudharabah dan Obligasi USD Tahap III yang belum diumumkan dalam ringkasan ini.
Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) melaporkan kepada Bursa Efek Indonesia rencana penawaran umum berkelanjutan tahap ketiga untuk tiga instrumen sekaligus: Obligasi Berkelanjutan VI, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan V, dan Obligasi USD Berkelanjutan III. Ketiganya merupakan bagian dari program Obligasi Berkelanjutan VI dengan target dana total Rp10 triliun. Perseroan sebelumnya telah menerbitkan Tahap I senilai Rp628,095 miliar dan Tahap II senilai Rp2,27596 triliun.
Pada Tahap III ini, INKP akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan VI senilai sebanyak-banyaknya Rp2 triliun. Dari jumlah itu, Rp1,590895 triliun akan dijamin secara kesanggupan penuh oleh penjamin emisi, artinya perusahaan sekuritas penjamin wajib membeli sendiri obligasi yang tidak laku terjual ke investor sehingga dana yang ditargetkan tetap masuk ke kas INKP. Jaminan penuh ini terbagi dalam dua seri: Seri A senilai Rp1,376725 triliun dengan bunga tetap 10,00 persen per tahun, tenor 3 tahun, dan pokoknya dibayar penuh sekaligus saat jatuh tempo. Seri B senilai Rp214,17 miliar menawarkan bunga tetap 10,50 persen per tahun dengan tenor 5 tahun.
Laporan yang ditandatangani Corporate Secretary Heri Santoso pada 13 Agustus 2026 ini menyebutkan bahwa penawaran tahap ketiga merupakan kelanjutan dari program yang sudah dinyatakan efektif oleh OJK. Rincian lengkap mengenai nilai dan tenor Sukuk Mudharabah serta Obligasi USD Tahap III belum tercantum dalam ringkasan yang diterima Bursa.
Penilaian arah di atas menyangkut fundamental emiten, bukan anjuran membeli atau menjual saham.
INKPobligasi korporasipendanaanpulp dan kertas
Foto ilustrasi dibuat dengan AI. Bukan dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Berita ini disusun redaksi The Signal dari keterbukaan informasi resmi yang disampaikan emiten ke Bursa Efek Indonesia. Catatan redaksi bersifat penjelasan, bukan rekomendasi investasi.
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.