PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS) mengumumkan rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (private placement) dalam rangka memperbaiki posisi keuangan. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026, ekuitas perseroan negatif Rp42,83 miliar, modal kerja bersih negatif Rp26,94 miliar, dan rasio total liabilitas terhadap total aset mencapai 124,3 persen, jauh di atas ambang 80 persen yang menjadi syarat regulator bagi perusahaan untuk bisa menempuh skema penambahan modal jenis ini.
Perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 1,25 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham, setara 192,31 persen dari jumlah saham beredar saat ini. Seluruh saham baru akan diambil bagian secara tunai oleh PT Graha Inti Guna Persada (GIGP), pemegang saham pengendali, pada harga pelaksanaan Rp100 per saham, yang berada di atas indikasi nilai wajar Rp91,22 per saham menurut kajian Kantor Jasa Penilai Publik Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan per 30 Juni 2026. Dana yang bisa terkumpul mencapai Rp125 miliar, dengan rincian penggunaan sekitar 79,2 persen atau Rp99 miliar untuk penyertaan modal ke entitas anak sebagai belanja modal, 16,8 persen atau Rp21 miliar untuk melunasi utang kepada pihak ketiga, yaitu Rp12,59 miliar kepada PT Era Prima Utama dan Rp8,50 miliar kepada pihak ketiga lain, serta 4 persen atau Rp5 miliar untuk modal kerja perseroan.
Aksi ini akan mengubah komposisi pemegang saham secara signifikan. Kepemilikan GIGP naik dari 65,86 persen (428.058.000 saham) menjadi 88,32 persen (1.678.058.000 saham), porsi Andry Hakim turun dari 10,02 persen menjadi 3,43 persen, dan porsi publik yang masing-masing memegang di bawah 5 persen tergerus dari 24,12 persen menjadi 8,25 persen. Total saham beredar perseroan akan melonjak dari 650 juta menjadi 1,9 miliar lembar. Manajemen memproyeksikan ekuitas berbalik positif menjadi sekitar Rp82,17 miliar, rasio liabilitas terhadap aset turun ke 72,7 persen, dan rasio lancar membaik dari 0,69 kali menjadi 2,12 kali.
Rencana ini akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB pada Selasa, 3 November 2026 pukul 14.00 WIB di Gedung Inprase, Jl. Sunter Garden Raya Blok D8 No. 3G-3H, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pemanggilan rapat dijadwalkan 12 Oktober 2026, dengan pemegang saham yang berhak hadir adalah yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham per 9 Oktober 2026. Jika disetujui, pelaksanaan private placement diperkirakan berlangsung awal Desember 2026.
