PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS) mengajukan rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) dalam rangka perbaikan posisi keuangan. Perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 1.250.000.000 saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham pada harga pelaksanaan Rp100 per saham, sehingga dana yang bisa diterima mencapai Rp125 miliar. Seluruh saham baru ini direncanakan diambil oleh PT Graha Inti Guna Persada (GIGP), pemegang saham pengendali Perseroan, secara tunai. Harga Rp100 per saham ini berada di atas indikasi nilai wajar Rp91,22 per saham menurut kajian penilai independen KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan.
Berdasarkan Daftar Pemegang Saham per 23 September 2026, jika seluruh saham baru diserap GIGP, porsi kepemilikannya akan naik dari 65,86% menjadi 88,32%. Sebaliknya, kepemilikan Andry Hakim tergerus dari 10,02% menjadi 3,43%, dan kepemilikan publik turun dari 24,12% menjadi 8,25%. Perseroan menyebut dilusi maksimal bagi pemegang saham selain GIGP mencapai 65,79%, dengan jumlah saham beredar Perseroan melonjak dari 650 juta menjadi 1,9 miliar lembar.
Dana hasil private placement direncanakan dipakai untuk tiga keperluan: sekitar Rp21 miliar (16,8%) untuk melunasi utang kepada pihak ketiga, termasuk Rp12,59 miliar kepada PT Era Prima Utama dan sisanya kepada kreditur pihak ketiga lain; sekitar Rp99 miliar (79,2%) disuntikkan sebagai penyertaan modal ke entitas anak untuk belanja modal pengembangan usaha; serta sekitar Rp5 miliar (4,0%) untuk modal kerja Perseroan sendiri.
Perseroan mencatat ekuitas negatif Rp42,83 miliar dan modal kerja bersih negatif Rp26,94 miliar per 30 Juni 2026, dengan rasio liabilitas terhadap aset mencapai 124,3%, melampaui batas 80% yang menjadi syarat PMTHMETD jenis ini. Manajemen memproyeksikan setelah suntikan dana, ekuitas berubah menjadi positif sekitar Rp82,17 miliar dan rasio liabilitas terhadap aset turun ke 72,7%. Rencana ini akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB pada 3 November 2026, dengan pelaksanaan penerbitan saham diperkirakan awal Desember 2026 dan pencatatan saham baru di BEI pada 11 Desember 2026.
