PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) melaporkan pendapatan sebesar Rp1,03 triliun untuk sembilan bulan pertama 2026, turun 16,8 persen dari Rp1,23 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Meski begitu, laba kotor perusahaan justru naik menjadi Rp8,34 miliar dari Rp4,32 miliar karena beban pokok pendapatan turun lebih dalam dibanding penurunan pendapatannya. Beban umum dan administrasi juga turun dari Rp128,9 miliar menjadi Rp100,15 miliar, dan beban bunga turun dari Rp55,58 miliar menjadi Rp21,56 miliar.
Penurunan beban-beban itu tidak cukup menutup kerugian kurs mata uang asing yang melonjak dari Rp8,58 miliar menjadi Rp31,66 miliar, serta kerugian lain-lain yang naik dari Rp1,87 miliar menjadi Rp24,97 miliar. Akibatnya, rugi bersih perusahaan melebar dari Rp155,99 miliar menjadi Rp166,2 miliar, dengan bagian yang menjadi tanggungan pemilik entitas induk sebesar Rp157,53 miliar. Rugi per saham dasar ikut melebar dari Rp3,31 menjadi Rp3,73 per lembar. Ditambah kerugian nilai wajar aset keuangan sebesar Rp152,82 miliar yang dicatat sebagai penghasilan komprehensif lain, total rugi komprehensif perusahaan selama sembilan bulan mencapai Rp319,03 miliar, jauh lebih besar dibanding Rp155,99 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi posisi keuangan per 30 September 2026, jumlah aset IPTV turun menjadi Rp6,6 triliun dari Rp6,99 triliun pada akhir 2025, sementara jumlah ekuitas turun menjadi Rp5,6 triliun dari Rp5,98 triliun. Kas dan setara kas perusahaan menyusut tajam, dari Rp22,21 miliar menjadi hanya Rp8,48 miliar. Arus kas dari aktivitas operasi sebenarnya masih positif Rp215,78 miliar, sedikit lebih tinggi dibanding Rp210,2 miliar tahun lalu, tetapi dana itu habis tersedot aktivitas investasi yang memakai kas Rp192,09 miliar, naik tajam dari Rp23,84 miliar, terutama akibat kenaikan aset lainnya dan uang muka senilai Rp172,89 miliar. Di sisi pendanaan, perusahaan membayar utang bank jangka panjang Rp24,63 miliar, jauh lebih kecil dibanding pembayaran Rp77,4 miliar pada tahun sebelumnya.
