PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY), operator televisi berbayar Indovision, melaporkan pendapatan sembilan bulan pertama 2026 sebesar Rp166,8 miliar, anjlok 44,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp302,1 miliar. Setelah dikurangi beban pokok pendapatan, laba kotor perusahaan juga tergerus tajam dari Rp92,2 miliar menjadi hanya Rp10,3 miliar, turun 88,8 persen. Meski demikian, rugi bersih periode berjalan justru mengecil menjadi Rp113,7 miliar dari Rp196 miliar pada periode yang sama 2025, terutama karena beban penyusutan dan amortisasi turun tajam dari Rp246,6 miliar menjadi Rp50,8 miliar. Rugi per saham dasar tercatat Rp11,4, lebih kecil dibanding Rp19,7 pada periode sebelumnya.
Dari sisi posisi keuangan, jumlah aset perusahaan per 30 September 2026 tercatat Rp1.208 triliun, turun 8,2 persen dari Rp1.316 triliun pada akhir 2025. Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 14,6 persen menjadi Rp665,7 miliar dari Rp779,4 miliar, sejalan dengan rugi bersih periode ini. Akumulasi kerugian atau defisit perusahaan membesar menjadi Rp3,46 triliun dari Rp3,35 triliun pada akhir 2025. Posisi kas dan setara kas juga menyusut drastis, dari Rp12,7 miliar pada akhir 2025 menjadi hanya Rp2,1 miliar pada akhir September 2026, turun 83,3 persen.
Dari laporan arus kas, kegiatan operasional perusahaan masih menghasilkan kas bersih positif Rp87,3 miliar, meski lebih rendah dari Rp96,8 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Namun kas tersebut sebagian besar terpakai untuk kegiatan pendanaan, termasuk pembayaran utang bank jangka panjang Rp29,6 miliar dan penurunan liabilitas jangka panjang lainnya sebesar Rp52,3 miliar, sehingga kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan mencapai Rp82,3 miliar. Secara keseluruhan, kas dan setara kas perusahaan berkurang bersih Rp10,6 miliar sepanjang sembilan bulan pertama 2026.
