PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menyampaikan materi Public Expose Tahunan kepada Bursa Efek Indonesia pada 4 September 2026, menjelang acara paparan publik yang dijadwalkan berlangsung 9 September 2026. Surat disampaikan oleh Corporate Secretary Monika Ida Krisnamurti, merujuk pada pemberitahuan sebelumnya bernomor 2705/L/ITM/CorSec/8/2026 tanggal 27 Agustus 2026. Materi ini memuat kinerja keuangan dan operasional perusahaan untuk semester pertama 2026.
Dari sisi keuangan, ITMG membukukan pendapatan bersih sekitar US$1.000,5 juta pada semester I 2026, naik 9 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar US$919,4 juta. Laba kotor naik 14 persen menjadi US$256,5 juta, laba operasional naik 14 persen menjadi US$142,2 juta, dan EBITDA naik 11 persen menjadi US$181,2 juta. Laba bersih tercatat US$109,5 juta, naik 17 persen dari US$94,0 juta, dengan marjin laba bersih naik dari 10 persen menjadi 11 persen. Kenaikan ini ditopang harga jual batu bara rata-rata yang naik dari US$78,1 menjadi US$81,0 per ton.
Di sisi operasional, produksi batu bara ITMG pada semester I 2026 justru turun 5 persen menjadi 9,9 juta ton, sementara volume penjualan naik 5 persen menjadi 12,3 juta ton. Penjualan tersebut mengalir ke Tiongkok (28 persen), Indonesia (27 persen), Jepang (19 persen), Filipina (9 persen), Thailand dan India (masing-masing 4 persen), dan negara lain (9 persen), dengan 9 persen volume 6M26 masih belum terjual. Sebanyak 67 persen volume penjualan sudah memakai skema harga tetap dan 24 persen mengikuti indeks harga acuan. Perusahaan menargetkan penjualan penuh tahun 2026 sebesar 26,9 hingga 27,5 juta ton dan produksi 22,0 hingga 22,9 juta ton, dengan tambang Indominco Mandiri menargetkan 7,1 juta ton dan Bharinto Ekatama 8,0 juta ton sebagai dua penyumbang produksi terbesar.
Neraca keuangan ITMG per 30 Juni 2026 menunjukkan total aset US$2.417 juta, ekuitas US$1.908 juta, dan kas US$808 juta, dibandingkan aset US$2.406 juta dan ekuitas US$1.910 juta pada akhir 2025. Pinjaman perusahaan naik dari US$18 juta menjadi US$39 juta, namun rasio utang terhadap ekuitas tetap sangat rendah di 0,01 kali dengan posisi net gearing negatif 37 persen, yang berarti kas perusahaan lebih besar dari total utangnya. Realisasi belanja modal pada semester I 2026 tercatat US$21 juta, turun dari US$32 juta pada periode sama tahun lalu.
