Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA) merespons permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia terkait volatilitas transaksi saham perseroan, menyusul surat BEI bernomor S-11329/BEI.PP1/09-2026 tertanggal 3 September 2026. Dalam surat balasan bernomor 035/JAW/CORSEC/IX/2026 yang ditandatangani Sekretaris Perusahaan Harli Wijayadi pada 4 September 2026, JAWA menegaskan tidak memiliki informasi atau fakta material yang belum diungkapkan ke publik yang dapat menjelaskan kenaikan harga dan volume perdagangan sahamnya.

Perseroan juga menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam aturan pelaporan kepemilikan saham perusahaan terbuka, serta belum memiliki rencana aksi korporasi apa pun dalam tiga bulan ke depan, termasuk yang berpotensi memengaruhi status pencatatan sahamnya di bursa. Terkait dugaan penyebab lonjakan transaksi, JAWA menyebut kemungkinan hal itu semata disebabkan oleh mekanisme pasar, tanpa ada pemicu dari internal perusahaan.

Untuk poin mengenai rencana pemegang saham utama atas kepemilikan sahamnya, Corporate Secretary menyampaikan bahwa pemegang saham utama belum memberikan informasi apa pun mengenai rencana tindakan korporasi yang akan dilakukan terhadap perseroan. Dengan demikian, seluruh enam pertanyaan yang diajukan bursa dijawab dengan penegasan bahwa tidak ada informasi tersembunyi maupun rencana korporasi yang mendasari pergerakan harga saham JAWA belakangan ini.