PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana hasil Obligasi Berkelanjutan III Japfa Tahap I Tahun 2026 kepada OJK dan Bursa Efek Indonesia. Obligasi ini efektif sejak 29 Juni 2026 dengan total dana yang dihimpun Rp500 miliar. Setelah dikurangi biaya penawaran umum sebesar Rp2,18 miliar, hasil bersih yang diterima perseroan adalah Rp497,82 miliar.

Seluruh dana bersih tersebut, atau 100 persen, digunakan untuk pembayaran dipercepat atas sebagian pokok utang fasilitas kredit Term Loan milik perseroan. Berdasarkan laporan realisasi per 31 Juli 2026, penggunaan dana ini sudah sesuai persis dengan rencana yang tertulis di prospektus, tanpa penyimpangan nilai maupun persentase. Sisa dana yang belum terpakai tercatat nol, artinya tidak ada dana mengendap yang perlu ditempatkan di instrumen lain.

Dari sisi biaya penawaran umum, rinciannya terdiri dari biaya jasa penyelenggaraan (management fee) Rp1,4 miliar atau 0,28 persen, biaya jasa penjaminan (underwriting fee) Rp300 juta atau 0,06 persen, biaya jasa penjualan (selling fee) Rp300 juta atau 0,06 persen, ditambah PPN Rp220 juta dan PPh Rp40 juta, sehingga total biaya mencapai Rp2,18 miliar atau 0,44 persen dari nilai emisi. Laporan ditandatangani oleh Maya Pradjono selaku Corporate Secretary JPFA, dengan tembusan kepada PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk selaku wali amanat obligasi ini.