PT Jasa Marga Tbk (JSMR) resmi menyampaikan materi Public Expose Live 2026 kepada Bursa Efek Indonesia pada 4 September 2026. Surat pengantar ditandatangani Corporate Secretary & Chief Administration Officer Trias Andriyanto, merujuk pada jadwal yang sebelumnya diumumkan lewat surat tertanggal 24 Agustus 2026. Paparan publik tahunan ini akan digelar Rabu, 9 September 2026, secara digital melalui webinar.
Dalam materi tersebut, Jasa Marga memaparkan kinerja keuangan semester I 2026 yang tumbuh dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Pendapatan usaha di luar pendapatan konstruksi naik 7,6 persen secara tahunan menjadi Rp6,99 triliun, EBITDA naik 8,1 persen menjadi Rp10,31 triliun dengan margin EBITDA stabil di 67,8 persen, dan laba bersih yang menjadi hak pemegang saham induk naik 2,0 persen menjadi Rp1,91 triliun. Volume lalu lintas kendaraan di jalan tol Jasa Marga pada semester I 2026 tercatat 647,48 juta kendaraan, naik 1,70 persen dari 636,63 juta kendaraan pada periode yang sama tahun lalu, didorong antara lain oleh penyesuaian tarif di ruas Ngawi-Kertosono sebesar 4,08 persen, Semarang-Batang 29,5 persen, Solo-Ngawi 24,98 persen, dan Prof. Dr. Ir. Sedyatmo 4,19 persen.
Rasio utang berbunga terhadap ekuitas atau gearing ratio perusahaan tercatat 1,23 kali pada semester I 2026, naik tipis dari 1,20 kali di akhir 2025 namun masih di bawah batas maksimal internal 1,5 kali. Rasio kemampuan membayar bunga atau interest coverage ratio membaik dari 3,69 kali menjadi 3,90 kali, di atas syarat minimal 2,5 kali. Perusahaan memiliki 36 konsesi jalan tol sepanjang 1.736 kilometer dengan 1.294 kilometer sudah beroperasi, dan menargetkan tambahan sekitar 5 kilometer ruas baru beroperasi hingga akhir 2026 di ruas Jogja-Bawen, serta sekitar 62 kilometer tambahan pada kuartal pertama 2027 di ruas Probolinggo-Banyuwangi, Jogja-Bawen, dan Jogja-Solo. Progres konstruksi per 31 Agustus 2026 menunjukkan sejumlah seksi sudah mencapai pembebasan lahan dan konstruksi di atas 90 persen, seperti seksi Ambarawa-Bawen yang ditargetkan beroperasi pada kuartal IV 2026.
Materi tersebut juga mencantumkan profil dasar perusahaan, yakni komposisi pemegang saham yang terdiri atas Pemerintah Indonesia sebesar 70 persen dan publik 30 persen, kapitalisasi pasar sekitar Rp19,7 triliun pada harga saham Rp2.710 per lembar, jumlah karyawan 7.833 orang per akhir 2025, serta peringkat kredit perusahaan di level idAA dengan outlook stabil untuk sejumlah obligasi berkelanjutan yang telah diterbitkan.
