PT Mitra Energi Persada Tbk (KOPI) melaporkan laba bersih sebesar Rp10,41 miliar untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026, melonjak 174 persen dibanding Rp3,80 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Dari jumlah itu, Rp10,36 miliar menjadi bagian pemegang saham induk, membuat laba per saham naik dari Rp5,42 menjadi Rp14,86. Kenaikan laba ditopang oleh pendapatan yang naik 7,5 persen dari Rp184,77 miliar menjadi Rp198,59 miliar, serta laba usaha yang naik dari Rp17,60 miliar menjadi Rp20,92 miliar.

Di sisi keuangan, beban bunga perusahaan turun dari Rp9,88 miliar menjadi Rp9,00 miliar seiring berkurangnya pinjaman bank. Total liabilitas KOPI menyusut dari Rp205,09 miliar pada akhir 2025 menjadi Rp180,26 miliar per akhir September 2026, sementara total ekuitas naik dari Rp69,85 miliar menjadi Rp80,26 miliar. Defisit akumulasi dari kerugian tahun-tahun sebelumnya ikut menyusut dari Rp149,52 miliar menjadi Rp139,16 miliar. Kas dan setara kas perusahaan juga melonjak dari Rp762,25 juta menjadi Rp5,02 miliar, dan arus kas dari aktivitas operasi naik dari Rp20,51 miliar menjadi Rp25,32 miliar.

Penurunan total aset dari Rp274,95 miliar menjadi Rp260,52 miliar terutama berasal dari nilai buku aset tetap yang turun dari Rp171,85 miliar menjadi Rp152,06 miliar akibat penyusutan. Laporan ini juga mencantumkan anak usaha PT Mitra Energi Buana, yang bergerak di niaga gas bumi dan pembangunan pembangkit listrik, dengan kepemilikan KOPI sebesar 99,5 persen dan total aset Rp245,43 miliar. Laporan keuangan interim ini belum diaudit dan disampaikan sesuai surat pernyataan direksi tertanggal 29 Oktober 2026.