PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG) melaporkan pendapatan neto Rp1,66 triliun untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026, turun 20,5 persen dari Rp2,09 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Laba bruto tergerus lebih dalam, dari Rp1,02 triliun menjadi Rp467,80 miliar. Setelah dikurangi beban penjualan, beban umum dan administrasi, beban keuangan, serta pajak, laba bersih perseroan tercatat Rp361,09 miliar, turun 42,3 persen dibanding Rp625,95 miliar pada sembilan bulan 2025. Dari jumlah itu, Rp355,03 miliar menjadi bagian pemilik entitas induk, sehingga laba per saham dasar turun dari Rp6,27 menjadi Rp3,46 per saham. Laporan keuangan interim ini tidak diaudit dan surat pernyataan direksinya diteken pada 30 Oktober 2026.
Dari sisi neraca, total aset KPIG naik tipis menjadi Rp36,90 triliun per 30 September 2026 dari Rp35,99 triliun di akhir 2025, didorong kenaikan kas dan setara kas menjadi Rp179,05 miliar serta properti investasi yang naik menjadi Rp7,30 triliun. Total liabilitas justru turun menjadi Rp6,95 triliun dari Rp7,23 triliun, terutama karena penurunan total utang bank dan pinjaman lain yang jatuh tempo. Kenaikan ekuitas menjadi Rp29,95 triliun dari Rp28,77 triliun sebagian besar berasal dari penerbitan 7,97 miliar saham baru tanpa hak memesan terlebih dahulu, yang menambah modal saham dan tambahan modal disetor senilai total Rp824,28 miliar setelah dipotong biaya emisi saham Rp460,07 juta. Dengan penerbitan ini, jumlah saham beredar KPIG bertambah dari 99,34 miliar menjadi 107,31 miliar saham.
Lampiran laporan juga mencantumkan daftar 12 entitas anak yang dikonsolidasikan. Dua yang asetnya terbesar adalah PT MNC Land Lido, yang mengelola resor dan lapangan golf di kawasan Lido dengan total aset Rp14,96 triliun, dan PT MNC Land Bali dengan aset Rp8,23 triliun. Dua entitas anak lain, PT MNC Development Bali (pengembang properti) dan PT Kios Ria Kreasi (hotel dan taman rekreasi di Bali), masih berstatus belum beroperasi dengan aset masing-masing Rp163,10 miliar dan Rp213,45 miliar.
