PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) melaporkan pendapatan neto Rp84,27 miliar untuk semester pertama 2026, naik 14,7 persen dari Rp73,49 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Namun beban pokok pendapatan melonjak lebih tajam, dari Rp46,64 miliar menjadi Rp73,48 miliar, sehingga laba bruto perusahaan justru menyusut dari Rp26,84 miliar menjadi Rp10,79 miliar. Akibatnya, bisnis inti perusahaan media luar ruang ini mencatat rugi dari operasi sebesar Rp12,65 miliar, berbalik dari laba operasi Rp8,32 miliar pada semester I 2025.
Meski demikian, laba bersih DOOH justru melonjak menjadi Rp63,28 miliar, naik hampir 9,5 kali lipat dari Rp6,63 miliar setahun sebelumnya. Kenaikan ini ditopang oleh pos pendapatan lain-lain neto yang melompat dari hanya Rp4 juta menjadi Rp93,65 miliar, seiring perusahaan melepas kepemilikan di salah satu entitas anak. Laporan perubahan ekuitas mencatat dampak pelepasan itu membuat kepentingan nonpengendali anjlok dari Rp7,32 miliar menjadi tinggal Rp4,88 juta, dan laba per saham dasar naik dari Rp0,81 menjadi Rp8,75.
Dari sisi arus kas, perusahaan menerima Rp35,6 miliar dari pelepasan entitas anak dan Rp16,52 miliar dari penjualan aset tetap, yang turut membuat kas dan setara kas naik dari Rp136,87 miliar menjadi Rp227,13 miliar per 30 Juni 2026. Total aset naik menjadi Rp406,51 miliar dan total ekuitas naik menjadi Rp309,54 miliar, sementara total liabilitas relatif stabil di Rp96,97 miliar setelah perusahaan melunasi seluruh utang bank jangka pendek senilai Rp8 miliar. Laporan keuangan interim ini telah direviu secara terbatas oleh KAP Anwar & Rekan dengan partner penanggung jawab Patricia, sesuai laporan bertanggal 26 Agustus 2026.
