PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) melaporkan kinerja keuangan periode Januari sampai September 2026 dengan penjualan naik 9 persen secara tahunan menjadi Rp4,33 triliun, didorong oleh kenaikan volume penjualan dan harga jual rata-rata produk sawit. Laba bruto perusahaan tumbuh lebih cepat, yakni 21 persen menjadi Rp1,79 triliun, sementara laba usaha melonjak 44 persen menjadi Rp1,86 triliun. Laba periode berjalan yang menjadi hak pemegang saham perusahaan naik 40 persen menjadi Rp1,75 triliun, dengan laba per saham naik dari Rp183 menjadi Rp256.

Dari sisi produksi, panen tandan buah segar dari kebun milik sendiri naik 7 persen menjadi 850 ribu ton, sedangkan pasokan dari kebun plasma dan pihak ketiga naik 18 persen menjadi 166 ribu ton. Produksi minyak sawit mentah atau CPO ikut naik 12 persen menjadi 227 ribu ton, dengan tingkat ekstraksi CPO naik dari 21,8 persen menjadi 22,4 persen, yang berarti setiap ton tandan buah segar yang diolah menghasilkan lebih banyak minyak sawit dibanding tahun lalu. Volume penjualan CPO sendiri naik 7 persen menjadi 222 ribu ton, sementara penjualan produk inti sawit nyaris tak berubah.

Pada sisi posisi keuangan per 30 September 2026, total aset perusahaan naik menjadi Rp16,77 triliun dari Rp15,54 triliun pada akhir 2025. Kas dan setara kas bertambah dari Rp7,60 triliun menjadi Rp8,52 triliun, sementara total liabilitas hanya naik tipis dari Rp1,54 triliun menjadi Rp1,60 triliun. Total ekuitas perusahaan naik dari Rp14,00 triliun menjadi Rp15,17 triliun.