Leyand International Tbk (LAPD) menyampaikan materi Public Expose Tahunan yang akan digelar bersamaan dengan RUPSLB pada 29 Oktober 2026. Materi itu menegaskan arah transformasi perseroan dari distributor barang konsumen (FMCG) lewat anak usaha PT Rusindo Eka Raya (RER) menjadi kontraktor jasa pertambangan batu bara, melalui rencana akuisisi PT Bersaudara Sinergi Sejahtera (BSS) yang beroperasi di Kalimantan Timur. BSS saat ini dimiliki 87,50 persen oleh pengendali LAPD, PT JSI Sinergi Mas, dengan nilai pasar menurut penilai independen (KJPP) sebesar Rp38,85 miliar.

Kondisi keuangan per 30 Juni 2026 yang diungkap dalam materi ini jauh memburuk dibanding periode yang sama tahun lalu. Penjualan anjlok 98,6 persen, dari Rp138,51 miliar menjadi Rp1,91 miliar, sementara rugi bersih melebar dari Rp3,59 miliar menjadi Rp23,95 miliar dan total aset menyusut 53,4 persen menjadi Rp99,47 miliar. Margin bruto berbalik negatif 54,90 persen dari sebelumnya positif 3,14 persen, dengan rugi bruto Rp1,05 miliar karena beban pokok penjualan melebihi pendapatan. Kas dan bank tergerus 93 persen menjadi tinggal Rp474,8 juta, rasio lancar turun ke 0,15 kali, rasio liabilitas terhadap aset naik ke 102,66 persen, dan ekuitas tercatat negatif Rp2,65 miliar. Akumulasi rugi mencapai Rp463,91 miliar dengan defisiensi modal Rp34,06 miliar.

Untuk membiayai akuisisi BSS dan modal kerja, perseroan berencana menerbitkan saham baru lewat PMHMETD II (penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu) sebanyak maksimal 2 miliar saham Seri B bernilai nominal Rp25 per saham, dengan harga pelaksanaan indikatif Rp30 per saham sehingga nilai maksimal penerbitan mencapai Rp60 miliar. Saham BSS rencananya dimasukkan sebagai setoran dalam bentuk saham (inbreng) lewat skema ini. Perseroan juga berencana melepas RER karena bisnis distribusi FMCG dinilai tidak lagi sejalan dengan fokus usaha baru, dengan target restrukturisasi rampung bertahap hingga 2027.

Dari sisi struktur kepemilikan, total saham beredar LAPD saat ini 3,97 miliar lembar, dengan PT JSI Sinergi Mas menguasai 51 persen atau 2.022.838.500 saham dan publik memegang 49 persen atau 1.943.511.639 saham. Pemilik manfaat akhir JSI Sinergi Mas adalah Sayid Muhammad Riyadh (49,7 persen) yang juga menjabat Komisaris Utama LAPD, dan Jamal Abdul Nasir Bamadhaj (47,8 persen) yang menjabat Direktur Utama LAPD.