PT Olympus Strategic Indonesia Tbk (NATO) menjawab permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia soal volatilitas transaksi sahamnya, yang disampaikan lewat surat nomor S-11204/BEI.PP3/09-2026 tanggal 1 September 2026. Dalam surat balasan bernomor 061/DIR-NATO/IX/2026 yang ditandatangani Direktur Utama Mauritz Nainggolan, perseroan menegaskan tidak memiliki informasi atau fakta material yang belum terungkap dan dapat mempengaruhi harga saham maupun keputusan investasi pemodal, baik menurut POJK 31/POJK.04/2015 maupun Peraturan I-E Bursa Efek Indonesia. Perseroan juga menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu sesuai POJK Nomor 4 Tahun 2024 tentang laporan kepemilikan saham, dan pemegang saham pengendali maupun utama disebut tidak memiliki rencana apa pun terkait kepemilikan sahamnya.

Satu poin yang menonjol dari jawaban standar ini muncul saat perseroan ditanya soal rencana tindakan korporasi dalam tiga bulan ke depan. NATO mengakui sedang membahas dan menjajaki kemungkinan penerbitan obligasi sebagai salah satu alternatif sumber pendanaan. Namun perseroan buru-buru menambahkan bahwa rencana ini masih sebatas kajian internal, belum ada keputusan final soal pelaksanaan, jumlah dana yang akan dihimpun, maupun waktu penerbitannya. Di luar itu, perseroan menyatakan tidak ada rencana tindakan korporasi lain yang berdampak pada status pencatatan sahamnya di bursa dalam waktu dekat, dan belum ada informasi penting lain yang material bagi kelangsungan usahanya yang belum diungkap ke publik.