PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) melaporkan kepada Bursa Efek Indonesia bahwa Saiko Consultancy Pte. Ltd., perusahaan asal Singapura, telah mengambil alih 750.000.000 saham NAYZ milik PT Asia Intrainvesta, pemegang saham pengendali sebelumnya. Transaksi rampung pada 19 Agustus 2026 dengan harga Rp23,5 per saham, sehingga nilai totalnya mencapai Rp17.625.000.000. Dengan pembelian ini, Saiko kini menguasai 29,41 persen saham NAYZ dan resmi menjadi pemegang saham pengendali baru perseroan, menggantikan Asia Intrainvesta.
Peralihan ini merupakan pelaksanaan dari perjanjian jual beli bersyarat (Conditional Sale and Purchase Agreement) yang diteken Saiko dan Asia Intrainvesta pada 30 Juli 2026, setelah Saiko lebih dulu menyampaikan pemberitahuan rencana pengambilalihan pada 31 Juli 2026. Manajemen menyebut tujuan akuisisi ini sebagai bagian dari strategi ekspansi dan penguatan bisnis Saiko. Sebelum transaksi ini, Saiko tidak memiliki hubungan afiliasi dengan NAYZ maupun dengan pemegang saham NAYZ lainnya.
Sebagai pengendali baru, Saiko menunjuk PT Saiko Consultancy Grand (SCG), yang sahamnya 99,98 persen dimiliki langsung oleh Saiko, untuk melaksanakan penawaran tender wajib kepada pemegang saham publik NAYZ sesuai Peraturan OJK No. 9/POJK.04/2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka. Saiko sendiri dimiliki oleh tiga individu, yaitu Nusttanakit Sasiarnon dan Sawin Laosethakul yang masing-masing memegang 35 persen saham, serta Mark Leong Kei Wei dengan 30 persen saham. Sawin Laosethakul dan Mark Leong Kei Wei juga tercatat sebagai direktur Saiko.
