PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) melaporkan laba bersih konsolidasian sebesar Rp4,22 triliun untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026, naik 7,2 persen dari Rp3,94 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dari jumlah itu, Rp4,03 triliun menjadi bagian pemilik entitas induk, sehingga laba bersih per saham dasar dan dilusian naik dari Rp166,68 menjadi Rp175,76 per saham. Laporan keuangan interim yang belum diaudit ini disampaikan ke Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia pada 30 Oktober 2026 sesuai kewajiban pelaporan berkala emiten.

Pendapatan bunga dan syariah bersih bank naik dari Rp8,14 triliun menjadi Rp8,78 triliun, ditopang penyaluran kredit pihak ketiga yang bertambah dari Rp173,23 triliun menjadi Rp190,70 triliun. Total aset perusahaan tercatat Rp350,46 triliun per akhir September 2026, naik dari Rp324,89 triliun pada akhir 2025. Di sisi pendanaan, giro nasabah justru menyusut dari Rp84,24 triliun menjadi Rp74,61 triliun, sementara tabungan naik menjadi Rp59,93 triliun dan deposito berjangka naik menjadi Rp109,63 triliun. Bank juga menambah kepemilikan obligasi pemerintah dari Rp39,85 triliun menjadi Rp65,68 triliun, sambil mengurangi portofolio efek-efek dari Rp89,47 triliun menjadi Rp70,29 triliun.

Total ekuitas perusahaan naik dari Rp45,72 triliun menjadi Rp47,31 triliun, antara lain setelah bank membayarkan dividen tunai Rp1,03 triliun pada periode berjalan. Pos cadangan kerugian penurunan nilai yang dibentuk untuk aset keuangan melonjak dari Rp31 miliar pada sembilan bulan pertama 2025 menjadi Rp615,95 miliar pada periode yang sama tahun ini, sementara cadangan kerugian atas pinjaman yang diberikan naik dari Rp7,50 triliun menjadi Rp7,86 triliun. Laporan ini juga mencantumkan tiga entitas anak utama, yaitu PT OCBC NISP Ventura yang dimiliki 99,9 persen dengan aset Rp245,95 miliar, PT OCBC Sekuritas Indonesia yang dimiliki 99,9999 persen dengan aset Rp1,05 triliun, dan PT Great Eastern Life Indonesia yang dimiliki 20,0 persen dengan aset Rp17,07 triliun.