Pabrik Konstruksi Tiongkok Rp710 M Beroperasi di KEK Kendal
PT HSG Material Indonesia, bagian grup Fujian Hongsheng dari Tiongkok, mengoperasikan pabrik tiang pancang beton senilai Rp710 miliar di KEK Kendal dan menyerap hingga 400 tenaga kerja.
10 Oktober 2026Sumber: Siaran pers Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Ilustrasi AI
PT HSG Material Indonesia, anak usaha Fujian Hongsheng Material Technology dari Tiongkok, resmi mengoperasikan pabrik material konstruksi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Jawa Tengah. Peresmian dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dengan nilai investasi Rp710 miliar dan perkiraan penyerapan tenaga kerja hingga 400 orang.
Pabrik ini memproduksi tiang pancang pipa prefabrikasi, tiang pancang persegi prefabrikasi, dan beton pracetak, bahan yang umum dipakai untuk pondasi bangunan dan proyek infrastruktur. Berdasarkan rencana awal perusahaan, kapasitas penjualan tahunan ditargetkan mencapai 3 juta meter tiang pancang beton prefabrikasi dan 150 ribu meter persegi beton siap pakai. Jika tercapai, volume itu berpotensi menambah pasokan material konstruksi dalam negeri sekaligus membuka peluang ekspor ke pasar Asia Tenggara, yang nilainya pada 2025 tercatat sekitar US$682 juta menurut data yang dikutip Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
KEK Kendal sendiri berawal dari Kawasan Industri Kendal yang diresmikan pada November 2016 sebagai hasil kerja sama Indonesia dan Singapura, sebelum berstatus kawasan ekonomi khusus melalui Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 2019. Masuknya investasi PT HSG Material Indonesia menjadi bagian dari inisiatif Two Countries, Twin Parks, yakni kerja sama pengembangan kawasan industri kembar antara Indonesia dan Tiongkok yang diarahkan untuk mendorong realisasi investasi, transfer teknologi, dan keterhubungan rantai pasok industri kedua negara.
KEK KendalInvestasi Tiongkokmaterial konstruksiJawa Tengah
Foto ilustrasi dibuat dengan AI. Bukan dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Berita ini disusun redaksi The Signal dari siaran pers resmi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Angka dan ketentuan mengikuti dokumen aslinya; klaim yang belum terverifikasi ditulis sebagai pernyataan lembaga, bukan fakta.
Ada yang ingin ditanyakan soal berita ini? Bot kami menjawab dari arsip The Signal, lengkap dengan tautan artikelnya.Tanya ke bot The Signal
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.