PT HSG Material Indonesia, anak usaha Fujian Hongsheng Material Technology dari Tiongkok, resmi mengoperasikan pabrik material konstruksi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Jawa Tengah. Peresmian dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dengan nilai investasi Rp710 miliar dan perkiraan penyerapan tenaga kerja hingga 400 orang.

Pabrik ini memproduksi tiang pancang pipa prefabrikasi, tiang pancang persegi prefabrikasi, dan beton pracetak, bahan yang umum dipakai untuk pondasi bangunan dan proyek infrastruktur. Berdasarkan rencana awal perusahaan, kapasitas penjualan tahunan ditargetkan mencapai 3 juta meter tiang pancang beton prefabrikasi dan 150 ribu meter persegi beton siap pakai. Jika tercapai, volume itu berpotensi menambah pasokan material konstruksi dalam negeri sekaligus membuka peluang ekspor ke pasar Asia Tenggara, yang nilainya pada 2025 tercatat sekitar US$682 juta menurut data yang dikutip Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

KEK Kendal sendiri berawal dari Kawasan Industri Kendal yang diresmikan pada November 2016 sebagai hasil kerja sama Indonesia dan Singapura, sebelum berstatus kawasan ekonomi khusus melalui Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 2019. Masuknya investasi PT HSG Material Indonesia menjadi bagian dari inisiatif Two Countries, Twin Parks, yakni kerja sama pengembangan kawasan industri kembar antara Indonesia dan Tiongkok yang diarahkan untuk mendorong realisasi investasi, transfer teknologi, dan keterhubungan rantai pasok industri kedua negara.