Presiden Prabowo Subianto meluncurkan komersialisasi dan pembangunan 11 proyek hilirisasi nikel baru di Kawasan Industri Weda Bay (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (8/10). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendampingi acara tersebut. Total nilai investasi dari seluruh proyek mencapai US$10,2 miliar, setara sekitar Rp180 triliun. Pada acara yang sama, Presiden Prabowo juga melepas ekspor perdana baterai kendaraan listrik buatan dalam negeri.
Dari 11 proyek itu, empat sudah masuk tahap komersialisasi, yaitu pengolahan nikel setengah jadi (mixed hydroxide precipitate atau MHP), produksi material baterai kendaraan listrik berupa nickel manganese cobalt (NMC) dan lithium iron phosphate (LFP), kapasitor aluminium elektrolitik, serta komponen alat berat berbasis listrik. Tujuh proyek lainnya baru memulai pembangunan, mencakup material dan komponen baterai kendaraan listrik, industri aluminium, kendaraan berat bertenaga listrik, hingga kaca panel surya untuk energi matahari. Rangkaian proyek ini memperpanjang rantai produksi nikel dalam negeri, dari bahan tambang mentah menjadi komponen jadi untuk kendaraan listrik dan energi terbarukan.
Nilai barang yang dijual Indonesia ke luar negeri. Naik 0,40 miliar US$ dibanding Juli 2026. Naik 3 periode beruntun. Tertinggi dalam 32 bulan yang tercatat.
Sumber: Badan Pusat Statistik, Nilai Ekspor. Diolah The Signal.
Kawasan IWIP mulai dibangun pada 2018 dan kini menjadi salah satu pusat pengolahan nikel terbesar di Indonesia. Menurut data yang dihimpun Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, realisasi investasi di kawasan ini mencapai sekitar US$15 miliar hingga Juni 2025, dengan lebih dari 100.000 tenaga kerja terserap termasuk pekerja kontraktor. Ekonomi Maluku Utara tumbuh 15,35 persen pada kuartal II 2026 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, pertumbuhan tertinggi di antara seluruh provinsi di Indonesia, dengan industri pengolahan menyumbang 48,93 persen dari total nilai ekonomi daerah tersebut.
Pemerintah menyebut pengembangan IWIP ke depan akan diarahkan pada diversifikasi produk hilir, termasuk baterai kendaraan listrik, aluminium, kendaraan berat listrik, dan komponen energi surya, sembari memperkuat pasokan bahan baku dari dalam negeri.
