PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menandatangani dua Letter of Intent (LoI) dengan PT PLN (Persero) dan PT PLN Indonesia Power (PLN IP) di ajang The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 di Jakarta pada 21 Agustus 2026. LoI pertama untuk pengembangan PLTP Ulubelu Bottoming Unit berkapasitas 30 megawatt, dan LoI kedua untuk PLTP Lahendong Bottoming Unit berkapasitas 15 megawatt. Kedua proyek akan dikembangkan lewat perusahaan patungan antara PGE dan PLN IP. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PGE Ahmad Yani, Direktur Utama PLN IP Bernardus Sudarmanta, dan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, disaksikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Direktur Jenderal EBTKE Eniya Listiani Dewi, serta Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri.

Kedua proyek memanfaatkan teknologi binary atau bottoming cycle, yaitu mengolah panas sisa dari pembangkit panas bumi yang sudah beroperasi di Ulubelu (Lampung) dan Lahendong (Sulawesi Utara) menjadi listrik tambahan, tanpa perlu membuka sumur baru. Tarif jual listrik ke PLN untuk Ulubelu BU sudah disepakati sejak Desember 2025, dan untuk Lahendong BU pada April 2026. Langkah berikutnya adalah pendirian perusahaan patungan, penyusunan perjanjian jual beli listrik (Power Purchase Agreement), dan proses rekayasa, pengadaan, konstruksi, serta commissioning (EPCC), dengan target mulai beroperasi komersial pada 2028.

Di hari yang sama, PGE juga menerima Surat Keputusan Menteri ESDM Nomor 176.K/EK.04/MEM.E/2026 yang menugaskan perusahaan melakukan survei pendahuluan dan eksplorasi panas bumi di wilayah Cubadak Panti, Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat, Sumatra Barat. PGE meraih mandat ini setelah menempati peringkat pertama dalam seleksi kompetitif Kementerian ESDM dengan nilai 87,01. Wilayah seluas 29.897 hektare itu diperkirakan menyimpan potensi cadangan panas bumi 77 megawatt listrik, yang jika terbukti bisa memenuhi kebutuhan listrik sekitar 40 ribu rumah tangga. Selain dua capaian ini, PGE menyebut sejumlah proyek lain yang sedang berjalan, yaitu PLTP Lumut Balai Unit 3 dan 4 di Sumatra Selatan, PLTP Hululais Unit 1 dan 2 di Bengkulu, PLTP Lahendong Unit 7-8 dan Binary Unit di Sulawesi Utara, serta proyek Gunung Tiga di Lampung.