PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melaporkan realisasi penggunaan dana hasil penerbitan Obligasi Berwawasan Sosial Orange Berkelanjutan I PNM Tahap III Tahun 2026 kepada Bursa Efek Indonesia. Obligasi ini efektif sejak 26 Juni 2025 dengan total dana yang terkumpul dari investor sebesar Rp1.013.575.000.000. Setelah dikurangi biaya penawaran umum sebesar Rp2.670.740.730, dana bersih yang diterima PNM mencapai Rp1.010.904.259.270.

Seluruh dana bersih tersebut telah terserap 100 persen untuk membiayai Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS), persis sesuai rencana yang tercantum dalam prospektus penerbitan. Laporan ini mencatat sisa dana sebesar nol rupiah, yang berarti tidak ada dana hasil obligasi yang masih mengendap atau belum dialokasikan.

Dari total biaya penawaran umum sebesar Rp2.670.740.730, rinciannya terdiri dari biaya jasa penyelenggaraan (management fee) Rp1.672.398.750, biaya jasa lembaga penunjang pasar modal Rp465.158.500, biaya jasa profesi penunjang pasar modal Rp174.697.680, biaya jasa penjaminan (underwriting fee) dan biaya jasa penjualan (selling fee) masing-masing Rp126.696.875, serta biaya lain-lain yang diatribusikan langsung sebagai biaya emisi sebesar Rp105.092.050. Tidak ada biaya jasa konsultasi keuangan yang dikenakan dalam penerbitan ini.