PT Permodalan Nasional Madani (PNMP) melaporkan kepada Bursa Efek Indonesia bahwa seluruh dana hasil penerbitan Sukuk Mudharabah Berwawasan Sosial Orange Berkelanjutan I PNM Tahap IV Tahun 2026, yang efektif sejak 26 Juni 2025, telah terserap penuh. Total dana yang terkumpul dari penerbitan sukuk ini mencapai Rp721,4 miliar. Setelah dipotong biaya penawaran umum sebesar Rp2,03 miliar, hasil bersih yang diterima perusahaan adalah Rp719,4 miliar.
Seluruh dana bersih tersebut, atau 100 persen, telah direalisasikan sesuai rencana dalam prospektus untuk membiayai Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS), tanpa ada dana yang tersisa atau mengendap. Realisasi ini sama persis dengan rencana awal yang diajukan PNM saat penerbitan sukuk, baik dari sisi jumlah maupun peruntukannya.
Laporan ini juga memerinci komponen biaya penawaran umum senilai total Rp2,03 miliar. Biaya jasa penyelenggaraan (management fee) menjadi komponen terbesar, yakni Rp1,19 miliar atau 0,165 persen dari dana yang dihimpun. Disusul biaya jasa lembaga penunjang pasar modal Rp354,14 juta (0,0491 persen) dan biaya jasa profesi penunjang pasar modal Rp234,35 juta (0,026 persen). Biaya jasa penjaminan (underwriting fee) dan biaya jasa penjualan (selling fee) masing-masing tercatat Rp90,18 juta (0,0125 persen), sementara biaya lain-lain sebesar Rp71,67 juta (0,0099 persen). Tidak ada biaya jasa konsultasi keuangan (financial advisory fee) dalam penerbitan ini.
