PT Permodalan Nasional Madani (kode saham PNMP) melaporkan ke Bursa Efek Indonesia bahwa seluruh dana hasil penerbitan Obligasi Berwawasan Sosial Orange Berkelanjutan I PNM Tahap II Tahun 2026, yang efektif sejak 26 Juni 2025, sudah terserap penuh. Total dana yang terkumpul dari penawaran umum ini mencapai Rp500 miliar. Setelah dipotong biaya penawaran umum sebesar Rp1,43 miliar, hasil bersih yang diterima perusahaan adalah Rp498,57 miliar.

Seluruh dana bersih tersebut, atau 100 persen, telah direalisasikan sesuai rencana dalam prospektus untuk membiayai Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS), yakni lini pembiayaan PNM untuk pelaku usaha mikro dan ultra mikro. Dengan demikian, sisa dana yang belum terpakai tercatat nol, artinya tidak ada dana hasil obligasi ini yang masih mengendap di kas perusahaan.

Dari sisi biaya penerbitan, komponen terbesar adalah biaya jasa penyelenggaraan (management fee) sebesar Rp825 juta atau 0,165 persen dari total dana, disusul biaya jasa lembaga penunjang pasar modal Rp270 juta (0,054 persen), biaya jasa profesi penunjang pasar modal Rp130,25 juta (0,0257 persen), biaya jasa penjaminan dan biaya jasa penjualan masing-masing Rp62,5 juta (0,0125 persen), serta biaya lain-lain yang dapat diatribusikan langsung sebagai biaya emisi sebesar Rp78,75 juta (0,016 persen). Tidak ada biaya jasa konsultasi keuangan yang dikenakan pada penerbitan ini.