PNSE: Hotel Komodo Flores Tutup Sementara Usai Gempa M7,7
Anak usaha Pudjiadi & Sons Tbk menutup sementara Hotel Jayakarta Suites Komodo Flores usai gempa M7,7 mengguncang Nagakeo, NTT, Sabtu (15/8) pagi.
16 Agustus 2026Sumber: Keterbukaan Informasi IDX
Ilustrasi AI
Arahnya ke mana Cenderung negatif
Penutupan hotel akibat gempa ini negatif bagi PNSE, karena satu unit hotel milik grup berhenti beroperasi tanpa kepastian kapan dibuka kembali, meski perusahaan menegaskan dampaknya tidak material dalam jangka panjang. Yang tersentuh adalah arus kas, yaitu aliran uang tunai yang biasa masuk dari operasional hotel tersebut, yang untuk sementara terhenti sampai hotel beroperasi lagi, ditambah kemungkinan biaya perbaikan yang belum disebutkan angkanya dalam laporan ini. Sisi yang meredam risikonya, seluruh tamu sudah dipindahkan ke hotel lain milik grup dan perusahaan sudah mulai berkoordinasi dengan broker asuransi untuk klaim kerugian, yang bisa menutup sebagian dampak finansialnya kalau disetujui. Yang perlu dipantau berikutnya adalah laporan lanjutan dari PNSE soal tanggal hotel ini dibuka kembali dan hasil proses klaim asuransinya, karena perusahaan sendiri belum memberi tenggat pasti dan hanya berjanji melapor begitu ada perkembangan baru.
Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE) melaporkan penutupan sementara operasional Hotel Jayakarta Suites Komodo Flores, yang dikelola PT Hotel Jayakarta Flores, anak usaha dari PT Hotel Juwara Warga yang sahamnya dimiliki PNSE sebesar 99,99 persen. Penutupan ini menyusul gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 dengan pusat di Nagakeo, Nusa Tenggara Timur, pada kedalaman 10 kilometer dan intensitas guncangan level IX atau tergolong hebat. Gempa terjadi Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 05.58 WITA.
Perusahaan menutup operasional hotel tersebut sejak hari kejadian sampai ada pemberitahuan lebih lanjut, tanpa menyebut target tanggal buka kembali. Seluruh tamu sudah dipindahkan ke hotel lain milik grup yang tidak terdampak, sementara karyawan dialihkan membantu pengamanan area bersama pihak keamanan hotel. Area hotel dilarang didekati siapa pun kecuali pihak berwenang, dan perusahaan sedang berkoordinasi dengan pihak asuransi melalui broker Perseroan untuk menangani klaim kerugian.
Dalam laporan yang ditandatangani Direktur Ariyo Tejo dan Sekretaris Perusahaan Dadang Suwarsa itu, PNSE menegaskan penutupan fisik satu hotel ini tidak menghentikan bisnis inti perusahaan karena seluruh unit hotel lain, baik yang dimiliki langsung maupun lewat anak usaha, tetap beroperasi. Perusahaan juga menyatakan kejadian ini tidak berdampak material terhadap kondisi keuangan, kelangsungan usaha, atau posisi hukum dalam jangka panjang, dan berjanji melaporkan perkembangan lebih lanjut begitu ada informasi baru.
Penilaian arah di atas menyangkut fundamental emiten, bukan anjuran membeli atau menjual saham.
PNSEgempa bumihotelNusa Tenggara Timur
Foto ilustrasi dibuat dengan AI. Bukan dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Berita ini disusun redaksi The Signal dari keterbukaan informasi resmi yang disampaikan emiten ke Bursa Efek Indonesia. Catatan redaksi bersifat penjelasan, bukan rekomendasi investasi.
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.