PT Prima Globalindo Logistik Tbk (PPGL) menyampaikan koreksi atas laporan keuangan interim semester pertama 2026, disertai surat penjelasan ke Bursa Efek Indonesia karena total aset dan liabilitas perusahaan berubah lebih dari 20 persen dibanding akhir tahun lalu, sesuai Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor I-E poin III.1.14. Dalam surat tertanggal 29 Juli 2026 yang ditandatangani Darmawan Suryadi selaku Direktur Utama, perusahaan menjelaskan bahwa total aset turun dari Rp411,85 miliar per 31 Desember 2025 menjadi Rp49,74 miliar per 30 Juni 2026, atau susut 87,92 persen. Total liabilitas turun lebih tajam lagi, dari Rp267,53 miliar menjadi Rp12,58 miliar, atau anjlok 95,30 persen. Perusahaan menyebut penyebabnya adalah pelepasan saham entitas anak bernama JAYA.

Penyusutan neraca itu juga tergambar di laporan laba rugi. Pendapatan PPGL pada semester pertama 2026 tercatat Rp40,51 miliar, turun dari Rp89,05 miliar pada periode yang sama tahun lalu, sementara laba bersih turun dari Rp5,12 miliar menjadi Rp2,36 miliar. Laba per saham ikut turun dari Rp5,18 menjadi Rp3,06. Di sisi ekuitas, kepentingan non-pengendali, yaitu bagian kepemilikan pihak lain di anak usaha yang ikut dikonsolidasi, hilang seluruhnya dari Rp67,38 miliar menjadi nol, sejalan dengan lepasnya anak usaha tersebut dari kelompok usaha PPGL. Akibatnya, ekuitas yang jadi hak pemegang saham PPGL turun dari Rp76,94 miliar menjadi Rp37,16 miliar hanya dalam enam bulan.

Laporan arus kas menunjukkan PPGL menerima Rp44,60 miliar dari pelepasan entitas anak tersebut pada pos aktivitas investasi. Namun sebagian besar dana itu keluar lagi lewat pembayaran dividen tunai Rp30,46 miliar serta pelunasan berbagai utang, sehingga kas dan setara kas perusahaan justru turun dari Rp10,14 miliar menjadi Rp4,04 miliar pada akhir Juni 2026. Laporan keuangan ini berstatus tidak diaudit, sebagaimana lazim untuk laporan interim triwulanan.